Home / Uncategorized / Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi : Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi : Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi

Presiden Jokowi. Foto : dok Kompasiana

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah resmi dilantik, ia menyampaikan pidato kenegaraan pertama di gedung MPR/DPR Jakarta, Senin (20/10) yang berjudul ‘Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi’.

Dalam pidatonya Jokowi
mengajak segenap elemen bangsa mulai dari tukang bakso, pedagang
asongan, supir, akademisi hingga pejebat negara menyatukan hati dan
tangan. “Saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong
rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama
untuk bekerja…bekerja… dan bekerja,” kata Jokowi.

Sekaranglah
menurut Jokowi segenap eleman bangsa bersama-sama melanjutkan ujian
sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan
Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi
dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Berikut ini pidato lengkap Jokowi yang disampaikan di Gedun MPR/DPR yang berjudul “DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik
Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia
ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak
Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati,
Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11,
Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,

Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa

Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara, Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,

Para tamu, undangan yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa, setanah air,

Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual
yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai
kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya,
bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni
mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik,
berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama
dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong
royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak
akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan.
Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap
rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan
pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja
dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya
masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa
jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan
oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan,
sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional,
saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong.
Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk
bekerja…bekerja… dan bekerja.

Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan,
dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa
menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut
menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan
Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah
masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut,
memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe,
di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa
lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh
Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin,
tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan
seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa
merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya
yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih
dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara
dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai
negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di
dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia
Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang
diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama
pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama
bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak
Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang
telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan
setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh
Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun
Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara
damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang
berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga
bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama
menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan
hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri.
Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan
Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

About admin

Check Also

Aboe Bakar Al HAbsyi Anggota Komisi III DPR RI FPKS

Kerusahan Lapas Jambi, Aboe Bakar desak tindak tegas pelakunya

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Kericuhan telah terjadi di Lapas Klas II A Jambi, Rabu (1/3/2017) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *