Home / Uncategorized / Hafisz Tohir : Makin jelas Rini Soemarno kerja untuk siapa
rini_soemarno

Hafisz Tohir : Makin jelas Rini Soemarno kerja untuk siapa

Rini Soemarno. Foto : rmol.co

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Ketua Komisi VI DPR,
Hafisz Tohir menyesalkan pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang buka
peluang orang asing duduk jadi bos BUMN. Menurut dia, pemerintah sudah
kehilangan ruh perjuangan UUD 1945.

“Saya
sangat menyesalkan hal tersebut. Semakin jelas Rini Soemarno bekerja untuk
siapa. Kita telah kehilangan ruh perjuangan 45 dan tidak berpijak kepada UUD
1945,” kata Hafisz dalam pesan singkat, Selasa (16/12) seperti dikutip dari Merdeka.com.

Adik
Hatta Rajasa ini juga mencoba mengigatkan, ketika Rini menjadi bos Astra juga
Indonesia tak mampu membuat mobil nasional. Sebab, ada industri asing yang
dipersilakan masuk ketimbang memprioritaskan proyek mobil nasional.

“Dulu
juga sewaktu dia menjabat Dirut Astra Motor, Indonesia tidak kesampaian membuat
mobil nasional karena Jepang masuk dan menghalangi secara industri melalui
kepanjangan tangan Toyota Jepang di Astra Indonesia,” kata Politikus PAN
itu.

Sebelumnya,
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membuka lebar pintu perusahaan
negara untuk warga negara asing. Orang asing diperbolehkan menjadi bos,
petinggi perusahaan BUMN jika berhasil lolos dalam proses seleksi.

“Bisa
saja orang asing jadi bos BUMN. Tetapi kita ambil dari dalam terlebih
dahulu,” ujar dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN,
Jakarta, Senin (15/12).

Rini
punya alasan mempersilakan orang asing duduk sebagai bos perusahaan BUMN. Dia
berdalih, pemilihan direksi BUMN harus melihat persaingan global. Apalagi,
lanjut dia, Indonesia bakal menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat
Ekonomi ASEAN 2015.

Terpenting
bagi Rini, petinggi perusahaan BUMN mempunyai kompetensi dalam pemasaran dan
persaingan global. Ini penting untuk ekspansi perusahaan BUMN di luar negeri.
Dia mencontohkan PT Semen Indonesia yang telah memiliki anak usaha di luar
negeri yaitu Vietnam.

Mantan
Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini melihat, pemasaran internasional
perusahaan BUMN masih lemah. Untuk itu, BUMN membutuhkan direktur yang mampu
memiliki kompetensi dalam perdagangan internasional.

“Kita
pakai head hunter untuk mencari direktur atau calon yang memang mempunyai
kompetensi untuk itu,” jelas dia.

Untuk
masalah gaji bagi direktur asing, kata dia, akan dikaji terlebih dulu. Rini
mengaku direktur asing dimungkinkan mendapatkan gaji di atas Gubernur Bank
Indonesia atau di atas Rp 200 juta.

“Tapi
memang tidak ada kesepakatan tertulis. Itu kemungkinan bisa dikaji,”
ucapnya. (Merdeka.com)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Ketua MPR : Modal Utama Jadi Pengusaha adalah Tekad Kuat dan Berani

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Meretas jalan menjadi pengusaha harus dimulai dari tekad yang kuat dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *