Home / Uncategorized / Fahira Idris : Pemaksaan Pemakaian Atribut Natal Bertentangan UUD 1945
pakaiannatal

Fahira Idris : Pemaksaan Pemakaian Atribut Natal Bertentangan UUD 1945


Ilustrasi atribut natal (Topi Santa) yang dikenakan para karyawan termasuk pekerja muslim. Foto : Hidayatullah. 
JAKARTA,
KABARPARLEMEN.COM- Senator perwakilan daerah Jakarta, Fahira Fahmi Idris
mengeluarkan surat imbauan yang menyoroti adanya pemaksaan penggunaan
atribut natal untuk karyawan termasuk pekerja muslim.

Fahira mengaku telah
menerima banyak aspirasi atau pengaduan terkait peraturan yang
dikeluarkan pengusaha Pusat Perbelanjaan (Mall) di seluruh Indonesia baik
secara langsung maupun tidak langsung yang mewajibkan seluruh karyawan dan
karyawati untuk menggunakan atribut natal (Topi Santa) termasuk karyawan yang
muslim yang berhijab.


Menurut Fahira, pemaksaan menggunakan atribut natal untuk para karyawan termasuk pekerja beragama Islam bertentangan dengan amanah dalam pasal 29 Ayat 2 UUD 1945, untuk
memberikan kebebasan setiap rakyat Indonesia untuk menjalankan agama yang
dianutnya.
 “Oleh sebab itu, Saya selaku Anggota DPD RI menghimbau kepada pengusaha perbelanjaan, retail, cab, untuk bersikap
toleran dan menghargai para karyawan yang beragama Islam dengan Tidak
Mewajibkan mereka memakai atribut Topi Santa/yang sejenisnya,” tulis
Fahira dalam surat imbauan yang ditunjukan kepada Ketua Umum Asosiasi Pengusaha
Ritel Indonesia (APRINDO) tertanggal 15 Desember 2014. Surat tersebut juga
terbesar luas di social media google plus dan twitter. (Wan)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Ketua MPR : Modal Utama Jadi Pengusaha adalah Tekad Kuat dan Berani

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Meretas jalan menjadi pengusaha harus dimulai dari tekad yang kuat dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *