Home / Uncategorized / Sejumlah Anggota Parlemen Tolak Rencana Rini Menjual Kantor BUMN
kantorBUMN

Sejumlah Anggota Parlemen Tolak Rencana Rini Menjual Kantor BUMN

Kantor BUMN. Foto :Istimewa.
JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM-  Rencana Menteri Menteri Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) Rini Soemarno yang berniat menjual gedung kantornya di Jalan
Medan Merdeka Selatan, JAkarta Pusat menuai penolakan dari parlemen.
Bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
Desmond Junaedi Mahesa mengancam akan mengajukan hak angket atau hak bertanya
kepada pemerintah atas rencana Rini menjual Kantor Kementerian BUMN. “Saya
yang akan menjadi inisiator hak angketnya. Menteri Rini jangan main-main, ingat
gedung itu aset negara,” kata Desmond seperti dikutip Tempo (16/12).
Politisi Gerindra ini berjanji akan membuka
wacana hak angket atas masalah ini dalam waktu dekat bersama Komisi VI DPR.
Selain hak angket, Desmond juga berniat mengajukan hak interpelasi untuk menggagalkan
rencana Menteri Rini menjual Kantor Kementerian BUMN.
Menurut Desmond, alasan Rini menjual gedung
tersebut demi penghematan tidak masuk akal. Sebab, kata dia, saat ini Indonesia
tidak dalam keadaan miskin atau bangkrut sehingga harus memangkas sebagian
biaya rutin. Desmond juga menuding Menteri Rini tidak berpikir panjang mengenai
pemanfaatan aset negara dan tidak fokus pada tugas pengembangan BUMN.
“Memang selama ini dia sudah kerja apa? Berapa kenaikan sumbangan BUMN ke
negara?” ucap Desmond.
 

Pendapat
serupa juga disampaikan anggota DPR
dari Partai Golkar, Dodi Alex
Noerdin. “Dia jualnya ke siapa? Itu aset negara. Kalau dijual ke pemerintah,
berarti efisiennya enggak ada, kan pemerintah juga yang beli,” kata
seperti dikutip dari Merdeka.com.

Dodi menyayangkan sikap Rini yang baru menjabat sudah ingin menjual gedung
Kementerian BUMN. Dia menilai, ide itu menggambarkan Rini kurang kreatif.

“Pemikirannya seharusnya lebih visioner. Kalau sekedar jual aset BUMN,
mulai jual kantor, agak kurang kreatif. Kenapa tidak aset BUMN yang berserakan
dimana-mana, yang tidak dipakai dikelola. Kalau kantor BUMN jadikan satu saja,
malah lebih efisien,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR ini.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno berniat menjual gedung kantornya demi
memangkas biaya operasional. Rini beralasan, gedung 22 lantai itu tidak efisien
karena cuma ditempati 250 karyawan. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Rini
harus mengajukan izin kepada Presiden Joko Widodo dan DPR jika ingin menjual
gedung itu. Sebab nilai gedung itu di atas Rp 100 miliar. (TC/MC)

(TC/MC)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Ketua MPR : Modal Utama Jadi Pengusaha adalah Tekad Kuat dan Berani

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Meretas jalan menjadi pengusaha harus dimulai dari tekad yang kuat dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *