Home / Uncategorized / RUU Karantina Integrasikan Lembaga Karantina di Beberapa Kementerian

RUU Karantina Integrasikan Lembaga Karantina di Beberapa Kementerian

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal
Pasluddin.
JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal
Pasluddin  mengatakan Rancangan Undang-Undang Karantina (RUU
Karantina) akan menjadi sebuah terobosan untuk mengintegrasikan beberapa
lembaga karantina yang tersebar di beberapa kementerian.

  
Dengan diundangkannya RUU ini, nantinya, akan
menggantikan UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan dan, Ikan, dan
Tumbuhan, serta memperkuatnya menjadi Badan Karantina Nasional (BKN) yang
langsung di bawah presiden.
“Selama ini lembaga karantina tersebar di
beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan
Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, Kementerian Kesehatan dan
Bea Cukai. Karena tidak terintegrasi, maka sering arus birokrasi dan kekuatan
penyidikan menjadi lemah”, ungkap Politisi PKS dari daerah pemilihan
Sulawesi Selatan II tersebut.
Andi Akmal mencontohkan, kekuatan intelijen di
lembaga-lembaga karantina di setiap kementerian, tidak memiliki kemampuan yang
mumpuni secara merata , baik secara sumber daya manusia (SDM) maupun
regulasi. “Misalnya, kasus penyelundupan kakak tua
jambul kuning yang marak beberapa waktu lalu merupakan sebuah bukti lemahnya
kekuatan karantina di Kementerian Kehutanan. Bandingkan dengan Karantina
Pertanian yang memiliki komunitas intelijen hingga di daerah.
Ketua Daerah Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi
Selatan ini menjelaskan, lembaga karantina harus diperkuat karena lembaga
ini merupakan kekuatan pertahanan nasional yang menyangkut keamanan nasional
dari serangan organisme yang mengancam pangan maupun kesehatan manusia di
Indonesia. Penyakit yang merusak dan mematikan tumbuhan, hewan, ikan, dan
bahkan manusia yang berasal dari luar, menjadi ancaman besar yang harus
dibendung oleh kekuatan lembaga yang kokoh dan mandiri.
“Badan Karantina nantinya, harus mampu menjadi
penjaga kelestarian hayati nasional. Jangan sampai kekayaan genetik kita di
rusak dari luar dan jangan sampai juga dicuri keasliannya. Tanpa kekuatan SDM
dan regulasi, dikahwatirkan Indonesia menjadi negara tanpa antibodi,”
tutup Andi Akmal.

About admin

Check Also

PKS beraudiensi dengan sivitas Universitas Terbuka, ini yang dibahas

KABAR PARLEMEN.com , Jakarta  – Dalam rangka Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *