Home / Uncategorized / Ledia Hanifa : Hak Jamaah Haji Banyak Terabaikan

Ledia Hanifa : Hak Jamaah Haji Banyak Terabaikan

Ledia Hanifa. Foto : Republika.co.id

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Kisruh soal visa yang terlambat keluar yang menimpa
sebagian calon jamaah haji Indonesia tahun ini telah memberi efek domino hingga
ke tanah suci.

“Ada koper jamaah sudah tiba di tanah suci, pemiliknya belum bisa berangkat
karena visa belum keluar. Jamaah yang tertahan soal visa ini jadi terpisah dari
rombongan karena hingga jadwal berangkat tiba visa belum siap.” Papar Wakil
Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah usai melakukan pengawasan
pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji pada 3 hingga 8 September lalu .

 Akibat lanjutannya kata Ledia, sebagian jamaah yang dimajukan jadwalnya
sebagai pengganti jamaah yang visanya belum siap tiba di tanah suci dengan
mengenakan gelang informasi yang tidak sama dengan alamat tinggal yang tersedia
dan ini cukup membingungkan dan merepotkan setibanya di tanah suci.


Berubahnya jadwal keberangkatan dan kedatangan sebagian jamaah calon haji ini
tidak hanya menyusahkan jamaah itu sendiri tetapi juga pihak-pihak lain.
Panitia haji di tanah suci harus melakukan regrouping dan memindahkan alamat.
Pembimbing ibadah, ketua rombongan, semua harus mengantisipasi perubahan.
Bahkan petugas medis sampai harus mencari-cari pasien mereka.

 “Melakukan regrouping ini sama sekali bukan perkara mudah. Pembimbingan
dan pengontrolan menjadi lebih sulit dilakukan. Padahal calon jamaah haji
Indonesia banyak yang merupakan orang lanjut usia, jamaah resti (yang memiliki
resiko tinggi dalam urusan kesehatan) atau gabungan keduanya. Belum lagi secara
psikologis bagi jamaah haji dan rombongan yang terpisah maupun yang terkena
regrouping ada sebuah ketidaknyamanan.” Tuturnya.

Tak hanya itu, dalam beberapa momen sidak di tanah suci, Anggota DPR RI Fraksi PKS
ini juga menemukan persoalan-persoalan haji yang sudah bertahun-tahun menjadi
bahan evaluasi tapi nyatanya masih saja terulang.

Diantaranya soal pemadatan jamaah dalam satu ruangan
dan bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan.

“Setiap jamaah haji
berhak atas ruang minimal 4m persegi di dalam satu ruangan. Tapi ketentuan ini
masih saja banyak yang dilanggar. Satu kamar ukuran kecil rata-rata diisi
sampai 6 jamaah. Bahkan ada satu kamar berisi 11 jamaah, 8 diantaranya lansia
dan hanya memiliki satu kamar mandi. Sama sekali tidak sesuai ketentuan. Begitu
pula petugas kesehatan laki-laki dan perempuan ada yang ditempatkan dalam satu
kamar, padahal sudah sejak tiga tahun lalu kita secara tegas telah melarang
adanya penempatan laki-laki dan perempuan dalam satu kamar.” Tegas Ledia.

Temuan-temuan ini segera ditindaklanjuti dengan melakukan perombakan karena
terkait pada hak jamaah, namun Ledia khawatir masih ada beberapa pondokan yang
punya masalah serupa tetapi belum terungkap, apalagi jamah haji belum tiba
semua sehingga penumpukan jamaah belum nampak.

“Ke depannya pemerintah harus lebih sungguh-sungguh melakukan perbaikan
penyelenggaraan haji sejak di tanah air. Segala temuan yang menjadi catatan
komisi 8 dalam pengawasan kemarin sebenarnya adalah persoalan-persoalan yang
bisa diantisipasi sejak awal. Sehingga problem yang sudah menjadi bahan
evaluasi tahun-tahun lalu seharusnya tidak terjadi lagi. ”tandasnya (Iman
Firdaus)

About admin

Check Also

PKS beraudiensi dengan sivitas Universitas Terbuka, ini yang dibahas

KABAR PARLEMEN.com , Jakarta  – Dalam rangka Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *