Home / Uncategorized / Fraksi Hanura DPR Papua, Tolak Pembentukan Pansel 14 Kursi Otsus
YanPMandenas

Fraksi Hanura DPR Papua, Tolak Pembentukan Pansel 14 Kursi Otsus

JAYAPURA, KABARPARLEMEN.COM- Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR Papua Yan P Mandenas menolak proses
tahapan yang dilakukan oleh tim Panitia Khusus (Pansus) 14 Kursi DPRP
dalam melakukan pembentukan tim Panitia Seleksi (Pansel) 14 Kursi DPRP.
“Pansus seharusnya lebih banyak melakukan
sosialisasi terkait Perda 14 Kursi DPRP,” kata Mandenas kepada wartawan saat
ditemui Kantor DPRP, Kota Jayapura, Papua seperti dilansir Papuakita.com (Situs Sindikasi Kabarparlemen.com).
Menurut Mandenas,
pihaknya saat ini di Fraksi Hanura telah menolak tahapan 14 kursi Otonomi Khusus
(Otsus). Sebab tahapan dari penjaringan tim seleksi dan pembentukan 14 kursi tak
memiliki legitimasi hukum yang kuat.
Mandenas,
yang juga Ketua Partai Hanura di Provinsi Papua menegaskan sampai saat ini juga
belum ada surat dari Mendagri dari Perda yang telah dibuat.

“Kami
merasa tak ada legalitas, maka buat apa kita tabrak tembok. Kedua, pada
pembentukan pansus 14 kursi, kami mendistribusikan dua anggota ke pansus dengan
catatan, pansus itu hanya melaksanakan sosialisasi perda 14 kursi, belum sampai
pada penjaringan seleksi, yang sesuai dengan pertemuan kami pada pimpinan
dewan,” katanya.
Maka dari
itu, lanjut Mandenas, pansus tidak bisa kerja di luar dari sosialisasi perda 14
kursi. “Pansus yang dibentuk sebenarnya legal, sesuai dari rapat Banmus dan
paripurna pimpinan dewan. Namun yang dikerjakan berbeda apa yang
dikerjakannya,” tegasnya.
  
Mandenas,
harusnya pansus ini mensosialisasikan perda 14 kursi, sambil menunggu surat
dari Mendagri. “Itu pun kita harus mendapat respon masyarakat dulu. Sehingga
kita kembali melakukan rapat dalam memberikan saran dan perbaikan terhadap
perda itu,” katanya.
  
Mandenas
mengungkapkan, sampai saat ini belum ada juga surat dari Majelis Rakyat Papua
(MRP), terkait tahapan penjaringan 14 kursi. “Sehingga kalau pun ini
dipaksakan, harus jalan, saya sampaikan pada rapat Banmus beberapa hari yang
lalu, jangan sampai kita bikin malu lembaga ini. Artinya jangan sampai public
menangkap, kita yang ada didalam lembaga ini melakukan pembohongan public,”
katanya.

Bahkan
Mandenas membeberkan kalau hanya untuk menghabiskan uang pansus yang
dianggarkan senilai Rp14 milyar, maka itu sama dengan pembohongan
terhadap puplik. “Jujur
saja dalam pagu anggaran kita, untuk pansus 14 kursi, bernilai Rp2
milyar
dan di Kesbangpol tersedia Rp12 milyar. Kalau mau hanya mengejar
penyerapan anggaran saja, tidak bisa,”
ujarnya.

“Jangan
uangnya habis, lalu hasilnya tidak signifikan, maka kita hanya buat konflik di
tengah masyarakat. Kalau begitu jadinya, mending pangkas saja anggarannya. Dan
kami di Fraksi Hanura juga sudah komitmen, akan menarik anggota pansus 14
kursi, itu sudah resmi kami lakukan. Karena kami tidak mau menghabiskan
anggaran, dengan pekerjaan yang tidak memiliki legitimasi hukum,” tegasnya.
(Pandapotan Purba/Papuakita.com).

About admin

Check Also

Aboe Bakar Al HAbsyi Anggota Komisi III DPR RI FPKS

Kerusahan Lapas Jambi, Aboe Bakar desak tindak tegas pelakunya

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Kericuhan telah terjadi di Lapas Klas II A Jambi, Rabu (1/3/2017) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *