Home / Uncategorized / Ini Tanggapan Ketua DPD Terkait Penolakan DPR
Ketua-DPD-RI-Irman-Gusman

Ini Tanggapan Ketua DPD Terkait Penolakan DPR

Ketua DPD RI, Irman Gusman. Foto : Ist.

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menolak anggaran sebesar Rp 1,6 triliun yang
diajukan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk membangun gedung baru.

Ketua
DPD Irman Gusman mengatakan bahwa soal anggaran, gedung dan
fasilitasnya adalah kewenangan pemerintah.  “Itu sesungguhnya
domain pemerintah. Pemerintah lah yang harus menyiapkan fasilitas yang
ada,” kata Irman usai persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jl Medan
Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015) seperti dilansir detidotcom.

Dia kemudian
mencontohkan bahwa Sekretaris Jenderal DPD itu disediakan oleh
pemerintah. Begitu juga dengan gedung semestinya juga disediakan oleh
pemerintah.

Irman mengingatkan bahwa sudah 11 tahun DPD belum
memiliki gedung sendiri, berbeda dengan lembaga negara lainnya. “Sekjen
DPD itu kan yang memilih pemerintah, yang memilih Presiden, kami hanya
ingin mengatakan, hei pemerintah, kewajiban anda lalai lho..sudah 11
tahun lembaga DPD nggak punya gedung bahkan lembaga MK yang kita hadiri
sebagai lembaga reformasi sudah berdiri tegap gitu lho. Ya kan?,” papar
Irman.

Menurut dia, sebenarnya anggaran untuk pembangunan gedung
DPD sudah direncanakan sejak 2009. Namun sampai kini pemerintah belum
juga melaksanakan juga.

Sehingga apabila ada penolakan anggaran
untuk pembangunan gedung DPD, menurut Irman pihak yang bertanggung jawab
untuk menjelaskan adalah pemerintah.

Walaupun selama 11 tahun tak kunjung memiliki gedung, kata Irman, tak mengurangi semangat anggota DPD untuk bekerja.

“Buktinya
11 tahun nyaman-nyaman saja lho, kerja terus, ada nggak ada. Tapi
jangan sampai nanti sejarah menyalahkan kita, itu yang paling penting.
Ingat, kalau gedung itu tidak habis, itu investasi. Kalau sebuah gedung
dibangun, itu kewibawaan lembaga, negara, jadi jangan dilihat dari
konteks yang lain, ini investasi,” kata Irman.

“Kalau orang
bangun gedung, katakanlah, ini (dananya) Rp 500 miliar, kan beli semen,
beli besi, kaca, multi pair effect nya besar, jadi menurut saya jauh
dari pada pemborosan yang sesungguhnya banyak terjadi tanpa kita sadar
dari penggunaan anggaran yang tidak terukur kinerjanya. Itu mungkin
ratusan triliun daripada hanya gedung DPD yang seharusnya sudah dari
dulu hadir,” tutup Irman.
(Detik).

About admin

Check Also

Aboe Bakar Al HAbsyi Anggota Komisi III DPR RI FPKS

Kerusahan Lapas Jambi, Aboe Bakar desak tindak tegas pelakunya

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Kericuhan telah terjadi di Lapas Klas II A Jambi, Rabu (1/3/2017) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *