Warning: Parameter 1 to wp_default_styles() expected to be a reference, value given in /home/u3871831/public_html/kabarparlemen.com/wp-includes/plugin.php on line 601

Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/u3871831/public_html/kabarparlemen.com/wp-includes/plugin.php on line 601
Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional – kabarparlemen.com
Home / Uncategorized / Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional
rokok-kretek-dalam-sebuah-pameran

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Menuai Polemik. Foto : Harnas.co
 
JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Surahman Hidayat mengatakan, masuknya pasal kretek tradisional
pada Rancangan Undang-Undang (RUU) kebudayaan inkonstitusional.
“Baleg
telah mencederai tugas harmonisasi, sinkronisasi dan pembulatan draf
RUU tentang Kebudayaan, karena yang terjadi merupakan kontradiktori
dengan UU yang lain,” kata Surahman, di sela-sela rapat Panitia Kerja
(Panja) RUU Kebudayaan, Selasa (29/9).
Surahman
menjelaskan, pasal kretek pada RUU Kebudayaan kontradiktori dengan
beberapa Undang-Undang (UU). Diantaranya UU tentang kesehatan pada pasal
113 ayat 1 dan 2, yang menjelaskan bahwa tembakau termasuk kategori zat
adiktif, kemudian tidak sesuai juga dengan UU sisdiknas No.20 tahun
2003, pasal 3, yang menjelaskan bahwa bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri.
“Masuknya
pasal kretek tradisional sangat kontradiktif dengan usaha pemerintah
untuk mengendalikan dampak rokok di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang
belakangan ini semakin merebak dan meluas, yang berpotensi masuk
kedalam perangkap kepada penggunaan narkoba,” ungkap legislator dari
daerah pemilihan Jawa Barat X itu.
Lebih
jauh Surahman mengemukakan, RUU Kebudayaan harus menghindari hal-hal
yang mencederai jati diri, karakter dan citra bangsa. “Perlu untuk
diantisipasi agar tidak terfasilitasi dan berkembang, dan lebih konsen
kepada kebudayan-kebudayaan yang meneguhkan jati diri, karakter, dan
citra bangsa,” tutup Surahman.

About admin

Check Also

Ketua FPKS DPR RI Jazuli Juwaini

PKS beraudiensi dengan sivitas Universitas Terbuka, ini yang dibahas

KABAR PARLEMEN.com , Jakarta  – Dalam rangka Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *