Home / Uncategorized / WNI yang hadir di Pengadilan Den Haag dianggap pengkhianat bangsa

WNI yang hadir di Pengadilan Den Haag dianggap pengkhianat bangsa

Sidang kasus PKI di Den Haag, Belanda.

MARTAPURA,KABARPARLEMEN.COM- Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyebut Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti Sidang Rakyat Kasus
1965  di Den Haag dapat disebut sebagai pengkhianat bangsa. 
Pasalnya,
menurut Aboe, dengan menghadiri sidang, secara tidak langsung WNI
tersebut mendukung ideologi PKI yang telah dilarang oleh TAP MPRS Nomor 25
Tahun 1966 dan diperkuat dengan TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003.

“Perlu diingat selama TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 belum dicabut, PKI
masih menjadi organisasi terlarang di Indonesia. Oleh karenanya, baik kegiatan
maupun atribut PKI tidak boleh disebar luaskan di wilayah Indonesia,”
jelas Aboe saat acara Sosialisasi MPR di Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah,
Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (21/11) yang juga dishare ke Kabarparlemen.com.
Aboe menilai TAP MPR tersebut sangat
penting untuk disosialisasikan. Oleh karena, komunisme adalah bahaya laten,
yang tercermin dari banyaknya bendera palu arit di berbagai daerah. Dengan kata
lain, Aboe mengingatkan bahwa ketentuan pelarangan komunisme masih efektif
berlaku.

“Dalam TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tersebut mengatur kedudukan hukum
pembubaran PKI dan ajaran-ajaran komunisme. Bahkan, TAP MPRS tersebut diperkuat
dengan TAP MPR Nomor 1 tahun 2003. Jadi, selama TAP MPR soal PKI ini tidak
dicabut, maka keberadaan PKI dan ajaran komunisme dilarang di Indonesia,”
tegas politisi dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan 1  tersebut.


Dengan adanya WNI yang mengikuti Sidang Rakyat tersebut, Aboe menilai tindakan
tersebut adalah hal yang kebablasan. Pasalnya, PKI bertanggung jawab atas
penangkapan dan pembunuhan para santri, kyai, dan ulama. “Mereka juga melakukan
kudeta dengan membunuh para jendral, karenanya ideologi PKI kita larang,”
jelas Aboe.

Oleh karena itu, Aboe sepakat apabila WNI yang mengikuti persidangan rakyat di
Den Haag tersebut dikenakan hukuman pidana. “PKI itu pemberontak, masak mereka
dibela. Mereka juga bisa dikatakan melawan negara sebab telah menentang TAP
MPR, karenanya bisa dipidana,” pungkas pria yang kerap disapa Habib Aboe ini. (Wan)

About admin

Check Also

PKS beraudiensi dengan sivitas Universitas Terbuka, ini yang dibahas

KABAR PARLEMEN.com , Jakarta  – Dalam rangka Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *