Home / Uncategorized / Pimpinan MPR Sebut Novanto Minta Saham Hanya Penggiringan Opini

Pimpinan MPR Sebut Novanto Minta Saham Hanya Penggiringan Opini

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM –Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menilai perkembangan kasus ‘Papa Minta Saham’ yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto lebih terindikasi pada penggiringan opini. Namun, Mahyudin tak tahu siapa yang menggiring opini seolah-olah Novanto meminta saham kepada Freeport Indonesia.

“Disinilah kita harus bijak berpikirnya, kita jangan mudah menghakimi dan memvonis orang itu berdasarkan opini, tapi harus dengan bukti,” kata Mahyudin ketika menjawab pernyataan Frans Magniz Suseno dari Punakawan yang dipimpin oleh Jaya Suprana bersama Emil Salim, Mahfud MD, Christianto Wibisono, warga keturunan Tionghoa, dan lain-lain di Gedung MPR RI Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Selain Mahyudin Pimpinan MPR yang hadir lengkap masing-masing Zulkifli Hasan, Oesman Sapta Odang dan EE Mangindaan.

Menurut politisi Golkar ini, kalau mendengar dan mencermati rekaman duplikasi — karena rekaman asli tidak boleh dipinjamkan dan masih dikuasai Kejaksaan Agung — ternyata tidak ada pernyataan Novanto minta saham apalagi sampai disebut 20 persen.

“Kesan itu muncul karena diopinikan oleh media, ada yang menggiring seolah-olah Setya Novanto meminta saham, rekaman asli pun tidak diberikan,” ujarnya.

Namun, Mahyudin mengakui dirinya tidak tahu siapa yang menggiring opini dan telah menghakimi Ketua DPR RI itu seolah meminta saham sekaligus mencatut nama Presiden dan Wapres.

“Selama sebulan ini memang ada upaya penggiringan opini yang memvonis Setya Novanto bersalah, tapi saya tidak tahu siapa otak di balik penggiringan opini itu,” ujarnya.

Ketika ditanya oleh Jaya Suprana, bagaimana jika Anda sebagai Ketua DPR RI ada dalam rekaman itu?

About admin

Check Also

PKS beraudiensi dengan sivitas Universitas Terbuka, ini yang dibahas

KABAR PARLEMEN.com , Jakarta  – Dalam rangka Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *