Home / DPR / MEA ASEAN, Gerindra minta Pemerintah segera lindungi pengusaha lokal
Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12).  Foto : Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12). Foto : Antara/M Risyal Hidayat

MEA ASEAN, Gerindra minta Pemerintah segera lindungi pengusaha lokal

Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12). Foto : Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12). Foto : Antara/M Risyal Hidayat

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM — Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para pengusaha lokal harus bisa bersaing dengan pengusaha asing baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Untuk dapat bersaing, maka kualitas manajemen, kualitas produk, hingga kualitas pelayanan harus dikedepankan.

Setiap perusahaan besar yang jangkauannya luas pasti menggunakan atau memiliki sendiri lembaga yang memastikan mutu produknya bisa diterima konsumen. Namun masalahnya, saat ini koperasi atau UKM belum bisa seperti perusahaan besar dalam menjaga dan meningkatkan standar mutunya untuk bisa diterima pasar.
“Pemerintah harus bisa melindungi pengusaha lokal dengan membantu memasarkan produk produk dalam negeri dan ikut serta menjaga dan meningkatkan kualitasnya sesuai dengan standar internasional,” kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Moekhlas Sidik di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
 Jangan sampai, lanjut Moekhlas, kesempatan untuk merebut pasar ASEAN yang terbuka seperti saat ini menjadi tidak sia-sia. Apalagi, pemerintah tengah gencar mengajak masyarakat untuk berkoperasi dan membangun UKM.
Ironisnya, kata Moekhlas, upaya itu tidak berbanding lurus dengan kebijakan pemerintah yang dengan jelas ingin membuka keran masuknya investor asing ke dalam negeri. Mengingat, pada rapat kabinet terbatas pada akhir tahun lalu, Presiden Jokowi meminta para menteri bidang ekonomi untuk mempercepat proses perizinan investasi bagi para investor asing.
“Kita butuh bukti nyata dari pemerintah sesuai dengan janji janji kampanyenya yang ingin menguatkan produk dalam negeri. Apalagi sekarang izin investasi pengusaha asing sudah dipermudah. Jangan sampai produk UKM kita kalah bersaing dengan produk produk asing yang masuk ke kita maupun di pasar Internasional,” tutur Moekhlas.
Jika pemerintah tidak bisa melindungi produk dalam negeri dari derasnya produk produk asing di era pasar bebas ASEAN sekarang ini, menurut Moekhlas, hal tersebut dapat mengancam keberadaan produk lokal itu sendiri dan secara perlahan membunuh pengusaha lokal di bidang UKM.
“Dan tentunya konsep Trisakti Bung Karno yang selama ini selalu dikampanyekan Presiden Jokowi terutama dalam poin Berdikari dalam Bidang Ekonomi bisa terwujud nyata dan tidak hanya sebatas slogan saja,” tutup Moekhlas.

About admin

Check Also

Bukber 8

Politisi PDIP Ajak Aktivis Mahasiswa Terus Bela Pancasila

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta -Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum DPP …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *