Home / DPR / Ini penampakan bangkai pesawat batik air yang tabrakan Trans Nusa
edit 9

Ini penampakan bangkai pesawat batik air yang tabrakan Trans Nusa

edit 11

edit 1

edit 9

edit 2

edit 3

edit 12

Foto : Kabarparlemen.com/Marwan Azis.

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Sejumlah Anggota Komisi V DPR RI meninjau bangkai Pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 yang bertabrakan dengan Trans Nusa Air jenis ATR 42 seri 600 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (4/4) lalu.

Kunjungan ke Bandara Halim Perdanakusuma hari ini dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena serta dihadiri sejumlah anggota komisi V antara lain, Anton Sukartono Suratto, Fauzih.H.Amro, Miryam S Haryani, Anton Sihombing, Sadarestuwati, Daniel Mutaqien Syarifuddin dan dan Salim Fakhry.

Sebelum mengecek kondisi runway dan pesawat yang mengalami kecelakaan, mereka terlebih dahulu mengadakan rapat dengan pihak Angkasa Pura II, yang juga dihadiri Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

Pada kesempatan tersebut, Michael Wattimena mengatakan, komisi V sengaja meninjau langsung bangkai pesawat Batik Air untuk mengetahui lebih jelas kondisi terakhir serta mencari tahu penyebab insiden tersebut.

“Kami meninjau langsung lebih dekat pesawat Batik Air untuk mengambil langkah apa yang akan dilakukan dengan mitra kerja kami,” ujarnya.

Salah seorang anggota komisi V menekankan perlunya evaluasi kembali terkait pengoperasian penerbangan komersial di bandara Militer, karena sistem keselamatan militer dan itu berbeda, apabila bandara Halim dibehani maka tidakn menutup kemungkinan akan terjadi kembali kecelakaan.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan siapa yang salah dalam peristiwa tersebut dan mempersilkan pihak KNKT melakukan investigasi untuk mengungkap apa yang jadi penyebab dan kesalahan dalam kecelakaan kemarin supaya tidak terulang peristiwa seperti ini.

Michael Wattimena menambahkan, Senin depan (11/04/2016), Komisi V berencana mengadakan rapat kembali dengan Menteri Perhubungan untuk membahas masalah tersebut.(KP)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *