Home / DPR / PKS klaim Ledia sudah resmi wakil ketua DPR RI, Fahri melawan

PKS klaim Ledia sudah resmi wakil ketua DPR RI, Fahri melawan

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM – Konflik perebutan pimpinan DPR RI kian memanas, baik Fahri Hamzah maupun petinggi Partai Keadilan Sejahtera sama-sama mengklaim berhak mengisi posisi Wakil Ketua DPR RI.

PKS dalam rilisnya yang diterima Kabarparlemen.com menegaskan, pasca keluarnya Surat Keputusan Perubahan Susunan Pimpinan dan Keanggotaan Fraksi PKS DPR RI pada Alat Kelengkapan DPR RI bernomor 135/EXT-FPKS/DPRRI/IV/2016 per tanggal 11 April 2016, Ledia Hanifa sudah resmi menempati posisi barunya sebagai Wakil Ketua DPR RI, menggantikan Fahri Hamzah.

Ledia mengaku siap untuk memimpin 560 anggota DPR RI tersebut sesuai dengan amanah penunjukkan langsung yang diberikan oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

“Pada dasarnya, semua kader di PKS harus siap ditempatkan di posisi mana pun. Ya, bismillah. Insya Alloh, keputusan DPP pasti telah mempertimbangkan kira-kira dalam menempati posisi seperti itu akan seperti apa,” kata Ledia (13/04/2016).

Penunjukkan posisi sebagai Koordinator Bidang kesra (Korkesra) DPR RI itu pun diakui Ledia bukanlah hal yang sulit untuk dijalani. Sebab, posisi Korkesra tersebut membawahi beberapa komisi, yaitu VIII, IX, dan X, tempat dimana Ledia banyak bergulat di dalamnya sejak tahun 2009.

“Ketika penugasan ini datang dari DPP, saya bersyukur tidak blank sama sekali. Bidang Korkesra itu kan komisi VIII, IX, dan X. Di periode lalu, dua tahun setengah pernah di komisi IX, lalu di Komisi VIII menjadi anggota dan pimpinan hingga saat ini,” tutur Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I ini.

Untuk mempersiapkan hal ini, Ledia mengaku akan menampung dan mencari solusi dari setiap perbedaan pendapat yang terjadi, baik di internal pimpinan maupun anggota DPR lainnya. Termasuk pada isu-isu sensitif yang berhubungan dengan masyarakat, seperti Kenaikan Tunjangan Anggota Dewan, Pembangunan Perpustakaan, dan RUU Tax Amnesty.

“Kalau soal perbedaan pendapat, itu kan wajar. 560 orang anggota, pasti punya 560 pendapat yang mewakili partai dan masyarakatnya. Karena parlemen adalah sarana untuk kontestasi gagasan. Tinggal, bagaimana kita mencari titik temu dan melihat mana yang lebih manfaat bagi masyarakat,” jelas Ledia.

Hingga saat ini proses rekomposisi pimpinan DPR masih menunggu surat dari fraksi untuk disampaikan kepada Pimpinan DPR.

Sementara itu, pihak Fahri Hamzah melawan tindak pemecatan yang dilakukan Presiden PKS terhadap dirinya. Ia berupaya mempertahankan posisi Wakil Ketua DPR RI sampai ada keputusan fainal dari pengadilan.

Seperti diberitakan Kabarparlemen.com sebelumnya, rapat pimpinan DPR RI memutuskan posisi politisi PKS Fahri Hamzah masih tetap sebagai Wakil Ketua DPR RI. Walau DPP PKS telah memecah Fahri Hamzah, namun  seluruh pimpinan DPR masih menunggu surat resmi yang dilayangkan fraksi PKS terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) Fahri Hamzah.

“Pimpinan DPR belum bisa memproses surat DPP PKS soal PAW Fahri Hamzah karena proses hukum masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” terang  Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. (KP)

 

 

About admin

Check Also

Dimyati: Perlu regulasi tegas agar masyarakat mendapat akses keadilan 

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta-Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *