Home / DPR / Ivan Haz Dipecat, Komnas Perempuan Apresiasi MKD
Ivan Haz. Foto : PPP
Ivan Haz. Foto : PPP

Ivan Haz Dipecat, Komnas Perempuan Apresiasi MKD

Ivan Haz. Foto : PPP
Ivan Haz. Foto : PPP

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan memecat anggota F-PPP Fanny Safriansyah (Ivan Haz) dari DPR. Komnas Perempuan mengapresiasi keputusan tersebut.

Komnas Perempuan mengatakan, meski Ivan Haz telah dipecat dari DPR, proses hukum yang menyangkut anak dari mantan Wakil Presiden Hamzah Haz ini harus tetap diproses.

“Setelah dipecat bukan berarti proses hukum tidak diteruskan, masyarakat harus terus mengawal, karena itu hak warga negara perlu mendapatkan kesamaan hak di mata hukum. Kasus penganiayaan ini kan bukan delik aduan, kita semua harus mengawasi agar proses hukum tetap berjalan,” ujar Ketua Komnas Perempuan, Azriana, kemarin.

Menurut Azriana, selama ini yang berkembang menjadi opini masyarakat adalah pejabat tak tersentuh hukum. Mekanisme pemecatan ini akan bisa memperlihatkan kembali ke publik, bahwa MKD bisa bertindak tegas kepada siapapun, tak terkecuali kepada anggotanya sendiri.

“Kita mengapresiasi Majelis Kehormatan Dewan DPR (MKD DPR) ketika memberikan sanksi keras kepada pelaku kekerasan terhadap perempuan, termasuk kepada Ivan Haz. Semoga pemecatan ini menjadi faktor agar siapapun, termasuk anggota dewan tidak melakukan kasus yang sama,” ujarnya.

Menurut Azriana, hukuman yang diterima oleh Ivan Haz ini tergolong berat. Sebelum ini, dalam catatan Komnas Perempuan, tidak pernah sampai ada anggota dewan yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan kemudian dipecat.

Sebelumnya diberitakan, Ivan Haz diduga melakukan penganiayaan pembantu rumah tangganya, Topiah (20). Topiah melaporkan perkara itu ke Polda Metro Jaya awal Oktober 2015 yang lalu. Pada Rabu (20/4) malam, panel di MKD DPR sudah secara bulat memutuskan Ivan melanggar kode etik berat. Sanksinya: dipecat dari DPR!

“Tadi 7 orang anggota secara aklamasi, memutuskan Ivan Haz diberhentikan secara permanen dari DPR,” kata anggota MKD Muhammad Syafi’i.

Keputusan itu diambil dalam rapat panel sore harinya. Ini merupakan pertama kali panel MKD menghasilkan sanksi pemecatan. Sebelumnya, saat kasus pemukulan di Komisi VII, MKD hanya menjatuhi sanksi skors 3 bulan. “Iya ini yang pertama kali. Tadi dengan berat hati juga,” ucap politikus Gerindra itu.

Sanksi ini sudah diambil dengan hati-hati. Semua saksi yang diperiksa mendukung hasil pemeriksaan. Begitu juga dengan Ivan Haz yang sudah mengakui perbuatannya yaitu menganiaya PRT.

Selain itu, putra mantan Wapres Hamzah Haz juga mengaku selama ini bolos rapat. Dia juga tidak pernah menjalani reses atau ke dapil. “Kesimpulannya, tidak ada hal yang meringankan. Semuanya memberatkan,” ungkap Syafi’i.

Sanksi ini akan dilaporkan di paripurna pekan depan. “Sesuai dengan tata beracara, putusan panel disampaikan ke MKD untuk dilaporkan di paripurna DPR. Tadi tidak mengomentari, tidak menolak,” kata Ketua MKD Surahman Hidayat.

Kini, pimpinan MKD bersurat ke pimpinan DPR. Hasilnya dibacakan di paripurna penutupan masa sidang pada 29 April mendatang. “Rapat paripurna terdekat di pidato penutupan,” ujar politikus PKS itu.

Surahman menjelaskan bahwa MKD memiliki landasan yang kuat dalam menjatuhkan sanksi. Total ada 36 poin pertimbangan yang menguatkan keputusan pemecatan itu. (KP)

About admin

Check Also

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR RI

Hari Santri, FPKS Gelar Final Lomba Baca Kitab Kuning ke-2

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Puncak Milad Fraksi PKS DPR RI diselenggarakan hari ini bertepatan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *