Home / DPR / Andi Taufan Tiro hari ini diperiksa KPK sebagai tersangka suap
Andi Taufan Tiro. Foto : Antara/Reno Esnir.
Andi Taufan Tiro. Foto : Antara/Reno Esnir.

Andi Taufan Tiro hari ini diperiksa KPK sebagai tersangka suap

Andi Taufan Tiro. Foto : Antara/Reno Esnir.
Andi Taufan Tiro. Foto : Antara/Reno Esnir.

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro sebagai tersangka kasus suap proyek ijon infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“ATT diperiksa sebagai tersangka,” ucap Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati (4/5/2016).

Dijelaskan, ini merupakan panggilan perdana Andi sebagai tersangka sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 27 April 2016.

Dikutip dari detikcom, selain itu, ada 3 saksi yang diperiksa untuk Andi yaitu Wakil Wali Kota Ambon Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, Mutakin SP selaku staf administrasi anggota DPR RI F-PKB Musa Zainuddin, dan Hendri Canon dari pihak swasta.

Kemudian penyidik KPK juga memeriksa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Amran Hi Mustary sebagai tersangka.

Dalam pengembangan kasus suap yang menjerat Damayanti Wisnu Putranti, penyidik KPK menjerat sejumlah tersangka dari DPR RI. Termasuk Budi Supriyanto dan yang terbaru adalah Andi Taufan Tiro.

Andi Taufan Tiro ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Amran Hi Mustary. Keduanya hari ini diperiksa sebagai tersangka.

Andi Taufan Tiro disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sementara, Amran disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1, juncto Pasal 65 KUHPidana.

Dalam surat dakwaan Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, Andi Taufan Tiro disebut menerima uang fee. Uang tersebut diterima dari Abdul Khoir untuk memuluskan pengerjaan proyek pembangunan jalan di Maluku atau Maluku Utara yang merupakan program aspirasi Andi Taufan Tiro.

“Terdakwa meminta kepada Andi Taufan Tiro agar proyek tersebut dapat dikerjakan oleh terdakwa dengan kompensasi terdakwa bersedia memberikan fee kepada Andi Taufan Tiro sebesar 7% dari nilai proyek yakni sejumlah Rp 7 miliar,” kata jaksa pada KPK Mochamad Wiraksajaya di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

Uang Rp 7 miliar merupakan akumulasi dari fee proyek peningkatan ruang jalan Wayabula-Sofi sebesar Rp 4,2 miliar dan fee proyek pembangunan ruas Jalan Wayabula-Sofi sebesar Rp 2,8 miliar. Atas permintaan itu, Andi menyetujuinya.

Andi yang pernah menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor menyangkal soal penerimaan uang fee.

“Saya nggak tahu, tidak pernah dan saya tetap sesuai keterangan saya,” ujar Andi.

Andi membantah telah terjadi transaksi atau menerima uang dari Jaelani terkait proyek tersebut. Ia juga tidak mengaku memiliki proyek di Maluku. Selanjutnya salah satu hakim mengusulkan untuk memanggil lagi Jaelani untuk dikonfrontir dengan Andi.(DC)

About admin

Check Also

Ketua  DPR RI Bambang Soesatyo

Di Natuna, ini pesan Ketua DPR pada Singapura

KABAR PARLEMEN.com, Natuna – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kawasan ruang udara (Flight Information …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *