Home / DPR / Bahasa Tegal terancam punah, budayawan curhat ke Anggota DPR
Banner iklan yang menggunakan bahasa Tegal. Foto : teguhjuwarno.com.
Banner iklan yang menggunakan bahasa Tegal. Foto : teguhjuwarno.com.

Bahasa Tegal terancam punah, budayawan curhat ke Anggota DPR

Banner iklan yang menggunakan bahasa Tegal. Foto : teguhjuwarno.com.
Banner iklan yang menggunakan bahasa Tegal. Foto : teguhjuwarno.com.

TEGAL, KABARPARLEMEN.COM- Saat menjalankan aktivitas reses pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2015-2016, Anggota Komisi Bidang Kebudayaan DPR RI Fikri Faqih menerima banyak masukan dan aspirasi terkait pelestarian budaya Tegal, khususnya Bahasa Tegal.

Fikri dalam rilisnya yang diterima Kabarparlemen.com, mengaku menerima masukan tersebut sebab, menurut Budayawan Tegal Hadi Mulyono, banyak masyarakat yang salah mempersepsikan dan tidak memerdulikan Bahasa Tegal.

“Saya merasa Bahasa Tegal tidak diperhatikan sama sekali, baik pemerintah pusat maupun daerah. Bahasa Tegal selalu dianggap sama dengan Bahasa Jawa. Padahal, Bahasa Tegal memiliki nilai dan keluhurannya  sendiri sebagai bagian warisan budaya,” jelas Budayawan Hadi Mulyono kepada Fikri Faqih saat melakukan siaran bersama di salah satu radio swasta lokal di Slawi, Tegal, Rabu (11/5).

Salah persepsi yang juga turut menjadi stigma di masyarakat adalah Bahasa Tegal kerap kali dinilai tidak mengenal tata krama (kasar). Sebenarnya, menurut Budayawan Hadi, Bahasa Tegal sama nilainya dengan Bahasa Jawa Surakarta.

“Namun karena Surakarta secara kedudukan dengan dengan kekuasaan Keraton, maka diciptakanlah strata dalam berbahasa, mulai dari ngoko sampai kromo inggil. Di Bahasa Tegal tidak seperti itu,” jelas pengarang Kamus Bahasa Tegal ini.

Oleh karena itu, Budayawan Hadi berharap dengan adanya serap aspirasi ini, Fikri Faqih dapat memperjuangkan persoalan budaya ini dalam level kebijakan di pusat. Bukan hanya soal anggaran, melainkan juga implementasi di daerah agar pengajaran Muatan Lokal ditambah lebih banyak agar Bahasa Tegal tidak semakin punah.

“Jadi, saya kira semua harapan ini akan kita bawa ke Komisi X, juga turut diperjuangkan bersama dengan SKPD di Pemerintahan Kabupaten Tegal. Saat ini, memang di DPR ada Panja tentang RUU Kebudayaan. Tapi, memang belum mengalami perkembangan signifikan untuk dibahas,” jelas Fikri.

Diketahui, siaran di salah satu radio swasta ini juga turut dihadiri oleh Bupati Tegal Ki Enthus Susmono beserta jajaran SKPD yang menangani persoalan kebudayaan. (KP)

 

About admin

Check Also

Bukber 8

Politisi PDIP Ajak Aktivis Mahasiswa Terus Bela Pancasila

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta -Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum DPP …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *