Home / DPR / Kegiatan keagamaan, sarana efektif tolak komunisme
SURABAYA, 10/3 - ANTI KOMUNIS. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, melakukan berunjuk rasa didepan gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (10/3). Dalam aksinya tersebut mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah dan mewaspadai bahaya laten komunis, dan menuntut pemerintah membongkar makam Letkol TNI (Purn) Heru Atmadja di TMP Kalibata, Jakarta, karena diduga terlibat gerakan G30S/PKI. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/nz/11
SURABAYA, 10/3 - ANTI KOMUNIS. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, melakukan berunjuk rasa didepan gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (10/3). Dalam aksinya tersebut mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah dan mewaspadai bahaya laten komunis, dan menuntut pemerintah membongkar makam Letkol TNI (Purn) Heru Atmadja di TMP Kalibata, Jakarta, karena diduga terlibat gerakan G30S/PKI. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/nz/11

Kegiatan keagamaan, sarana efektif tolak komunisme

SURABAYA, 10/3 - ANTI KOMUNIS. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, melakukan berunjuk rasa didepan gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (10/3). Dalam aksinya tersebut mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah dan mewaspadai bahaya laten komunis, dan menuntut pemerintah membongkar makam Letkol TNI (Purn) Heru Atmadja di TMP Kalibata, Jakarta, karena diduga terlibat gerakan G30S/PKI. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/nz/11
SURABAYA, 10/3 – ANTI KOMUNIS. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, melakukan berunjuk rasa didepan gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (10/3). Dalam aksinya tersebut mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah dan mewaspadai bahaya laten komunis, dan menuntut pemerintah membongkar makam Letkol TNI (Purn) Heru Atmadja di TMP Kalibata, Jakarta, karena diduga terlibat gerakan G30S/PKI. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/nz/11

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Ketua Kelompok Komisi III Fraksi PKS DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi menilai kegiatan keagamaan di masyarakat, seperti pengajian dan majelis dzikir, sangat efektif untuk menolak paham Komunisme yang muncul dengan gaya baru belakangan ini.

“Kegiatan tersebut sangat efektif untuk membentengi masyarakat dari ideologi yang menyesatkan seperti kebangkitan PKI. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendukung banyaknya kelompok pengajian ataupun forum dzikir bersama yang ada di masyarakat,” kata Aboe melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kabaparlemen.com (5/06/2016).

Aboe menambahkan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) memang mulai terlihat kembali. Hal itu didasarkan pada pandangan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu atau Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar.

“Bisa jadi sekarang ini bentuk dan pola kerjannya berbeda, beberapa tokoh nasional menyebutnya dengan PKI gaya baru,” jelas anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Kalsel I ini..

Aboe menyampaikan demikian, agar masyarakat mengingat kembali tentang kekejaman PKI di Indonesia.

“Salah salah satu contoh keganasan PKI, digambarkan di Monumen Kresek yang ada di Madiun. Di sana ada sebuah Patung Muso membawa pedang yang ingin memenggal kepala seorang kiai kharismatik benama kiai Husen. Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” pinta Aboe.

Oleh karena itu, tegas Aboe, MPR RI akan terus menggalakkan Sosialisasi 4 Dasar Bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu sebagai upaya preventif terhadap pemahaman yang salah seperti Komunisme dan Kebangkitan PKI tersebut.

“Melalui forum seperti ini diharapkan akan membangun imunitas masyarakat terhadap ideologi yang sesat. Tentunya kegiatan yang dihelat MPR disetiap daerah ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat setempat,” terang Aboe. (KP)

 

 

About admin

Check Also

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR RI

Hari Santri, FPKS Gelar Final Lomba Baca Kitab Kuning ke-2

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Puncak Milad Fraksi PKS DPR RI diselenggarakan hari ini bertepatan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *