Home / MPR / Oesman Sapta gagas jual daging murah
Pedagang memilah daging sapi lokal di pasar Cijantung, Jakarta. Foto : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Oesman Sapta gagas jual daging murah

Pedagang memilah daging sapi lokal di pasar Cijantung, Jakarta.  Foto : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.
Pedagang memilah daging sapi lokal di pasar Cijantung, Jakarta. Foto : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Harga daging sapi yang melonjak saat Bulan Suci Ramadhan membuat geram Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang. Ia pun mensinyalir ada permainan kartel yang membuat harga daging impor menembus ditas Rp 130.000/kg.

Sebagai bentuk empatinya, Oso pun menggagas penjualan daging sapi murah bersama komunitas Wartawan Parlemen, yang bakal digelar Jumat (10/6) siang.
“ Saya akan buktikan kalau sebenarnya harga daging itu terjangkau masyarakat. Saya pesan 1 ton untuk dijual ke masyarakat, seharga Rp 75 ribu per kilo,” ujar Oso dalam  diskusi bertajuk ‘Dialektika Demokrasi, Presiden Jokowi dan Kartel Daging Sapi’, di Ruang Press room Parlemen, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis ( 9/6 ).
Rencananya, penjualan daging sapi murah untuk masyarakat umum itu akan dimulai setelah Sholat Jumat, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Lebih lanjut Oso mengatakan, bahwa melonjaknya harga daging sapi saat ini akibat adanya permainan harga oleh para kartel daging sapi.  Permainan para kartel dalam mempermainkan harga, sangat ‘biadab’ dan sangat tidak mau memperhatikan nasib rakyat kebanyakan.
“Pertanyaan besarnya adalah siapakah para kartel ini, berada dimana mereka begitu tenangnya mempermainkan harga?.  Tersiar berita ada lima kartel yang sidah diketahui tapi tidak disebutkan namanya karena dikhawatirkan akan melarikan diri ke luar negeri.  Apakah hanya lima ini saja yang diketahui, tidak masih banyak lagi dan sangat rapi” tegasnya.
Kata Oso, kartel ini sudah masuk kemana-mana bahkan ke lembaga-lembaga yang tidak disangka sekalipun.  Kartel ini sangat luar biasa kejam.  Presiden Joko Widodo sendiri sudah mencium ini hingga dengan tegas ia meminta agar harga daging sapi ditetapkan sebesar 80 ribu Rupiah.
“Permainan harga ini sangat menyakitkan rakyat sampai tembus 100 ribu lebih. Di Singapura hanya 60 sampai 65 ribu Rupiah perkilonya, padahal jaraknya sangat dekat dengan Indonesia.  Taruhlah sampai Indonesia harganya menjadi 66 ribu atau 70 ribu masih pantas.  Jadi jika Presiden meminta harga 80 ribu itu sangat wajar, menterinya yang mengurus hal itu harus cepat merealisasikan permintaan Presiden harus berpihak untuk rakyat, menteri jangan buang badan,” ujarnya.
Harga daging, kata Oso, sebenarnya tidak lebih dari US $ 4 perkilonya.  Harga tersebut ditambahkan biaya masuk, biaya BBM, biaya transportasi dan biaya gudang, harganya bisa US $ 5 perkilo sekitar 60 ribuan perkilo.  Permintaan Presiden dengan harga 80 ribu Rupiah perkilo menurut Oesman Sapta sangat masuk akal dan tidak membebani rakyat.
“Dengan harga 80 ribu saja sudah sangat untung, tapi dengan harga tembus sampai 120 ribu sampai 130 ribu Rupiah bisa dibayangkan keuntungan yang didapat para kartel-kartel itu.  Ini benar-benar biadab, kartel biadab,” ketusnya. (Jay)

About admin

Check Also

Ketua DPR RI Minta Pemuda Muhammadiyah Aktif Ingatkan Politis

KABAR PARLEMEN.com, JAKARTA- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan banyak ruang publik saat ini dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *