Home / DPR / Ketua Fraksi Nasdem : Rakyat miskin, pejabatnya sakit jiwa
ketua-fraksi-nasdem

Ketua Fraksi Nasdem : Rakyat miskin, pejabatnya sakit jiwa

ketua-fraksi-nasdem

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM- Ketua Fraksi Nasdem di MPR Bachtiar Aly menyatakan kondisi masyarakat mencerminkan pejabat publiknya. Rakyat miskin, pejabatnya juga sakit.

“Rakyatnya miskin, pejabat sakit jiwa,” kata Bachtiar dalam diskusi Kebangsaan di Media Center DPR, Senin (17/10/2016.

Pembicara lain dalam diskusi itu adalah Hamdi Muluk, guru besar psikologi politik Universitas Indonesia.

Menurut Bachtiar, etika pejabat publik adalah etika yang selaras dengan visi dan misi Indonesia masa depan, dan semuanya ada di TAP MPR. Mulai dari bagaimana harus bersifat jujur, adil, dan yang paling penting adalah tidak munafik. Namun, menurut Bachtiar, permasalahannya adalah dalam pelaksanaannya.

“Idealnya bagaimana harus bersikap sebagai seorang pejabat, dalam buku pintar sudah diatur. Pelaksanaannya yang tidak ada. Sekarang pertanyaannya adalah pelupa, pura-pura lupa, atau tidak mau tahu,” jelasnya.

Dalam TAP MPR ini, lanjutnya, selain dikatakan harus transparan, bertanggung jawab, tidak lari dari tanggung jawab, juga harus punya budaya malu. Namun budaya malu tersebut malahan tidak ada.

“Sekarang punya nggak budaya malu itu? Korupsi, sesudah korupsi bikin kenduri beberapa kali dan sudah begitu saja. Kemudian masyarakat kita juga permisif. Memaafkan begitu saja,” jelasnya.

Selain malu, hal yang penjadi penekanan oleh Bachtiar dalam diskusi etika pejabat publik ini adalah, fenomena para pejabat publik yang berbicara di luar kompetensinya. Menurutnya, pejabat banyak yang berbicara bahkan tanpa memahami permasalahannya. Asal ditanya wartawan, yang penting jawab saja.

Hal ini penting dan menjadi masalah, karena komunikasi bukan hanya sekadar komunikator, pesan, dan media. Namun ada efek yang ditimbulkan.

“Komunikasi itu kan bukan hanya komunikatornya, bukan hanya message-nya, dan medianya. Tapi di situ ada faktor efek apa yang ditimbulkan dari pernyataan itu,” jelasnya.

Ditambahkan lagi dalam komunikasi ada faktor noise (gangguan) sehingga pada akhirnya itu menjadi menjadi bola liar yang kita sebut dengan publik opini. Hal tersebut kemudian bisa menjadi menyesatkan.

“Etika pejabat publik sebenarnya adalah kembali kepada tupoksinya. Tugas pokoknya apa, dia bersikap sebagaimana dia harusnya bersikap sebagai seorang pejabat. Jadi dia jangan asal ngomong apa saya di luar kompetensinya itu menyesatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyarankan kepada awak media yang hadir di ruangan untuk lebih selektif dalam memilih narasumber.

“Media juga jangan asal kutip kalau bukan itu kompetensinya,” ucap Bactiar.

Hamdi muluk juga memberikan beberapa penekanan tentang bagaimana seharusnya etika seorang pejabat publik. Yang utama sekali adalah bagaimana seorang pejabat publik harus memiliki kesadaran etis. Hal ini juga yang menurutnya menjadi pokok permasalahan.

“Apakah pejabat publik kita memiliki kesadaran etis bahwa dia sekarang sedang menjabat sebuah amanat publik yang amat mulia yang harus dia emban, dan dia harus jelas untuk hidup sesuai dengan peranannya itu,” jelas Hamdi.

Kesadaran etis tersebut, lanjut Hamdi, akan membuat pejabat publik untuk menomor sekiankan kepentingan-kepentingan lain yang bukan kepentingan publik. Bahkan, termasuk mengorbankan etiket (sopan santun) dalam menomorsatukan kepentingan publik juga termasuk di dalamnya.

Selanjutnya setelah memiliki kompetensi, hal penting selanjutnya adalah integritas. Integritas ini menjadi basis untuk melakukan amanat yang diembankan kepadanya. Kalau pejabat publik itu sudah kompeten tapi tidak berintegritas, ujungnya juga tidak akan menghasilkan apa yang dituntut dari seorang pejabat publik.

“Di atas kertas sudah ada semua, tinggal dipelajari. Jadi kalau pejabat publik tidak mengerti bagaimana harus bertingkah laku yang layak dalam posisinya sebagai pejabat publik, berartikan dia tidak siap menjadi pejabat publik. Tidak kompeten. Seharusnya jabatan tersebut ditolaknya,” ungkap Hamdi. (Yayat)

About admin

Check Also

Ketua DPR RI Setya Novanto di dampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz sidak ke Telkomsel

Pastikan Mudik lancar, Setnov sidak Telkomsel

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto melakukan Sidak ke Gedung Pusat Telkomsel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *