Home / DPR / Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, ini catatan Golkar
Ketum Golkar Setya Novanto dan Presiden Joko Widodo
Ketum Golkar Setya Novanto dan Presiden Joko Widodo

Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, ini catatan Golkar

Dalam rangka ulang tahun Partai Golkar ke 52 tahun, melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Kali Bata Jakarta
Dalam rangka ulang tahun Partai Golkar ke 52 tahun, melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Kali Bata Jakarta

KABARPARLEMEN.com, Jakarta – Saat ini genap dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pun menyampaikan catatan selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK.

“ Tidak terasa, pemerintahan Pak Jokowi-JK sudah memasuki tahun kedua. Saya melihat apa yang sudah dilakukan oleh Presiden kita ini sangat luar biasa. Kita semua tahu bahwasanya kinerja pemerintah sangat baik, terutama pada program-program pembangunan yang langsung menyentuh kepentingan/kebutuhan rakyat, seperti program pembangunan Infrastruktur di hampir seluruh daerah di Indonesia,” ujar Novanto di sela-sela ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (20/10).

Setnov -sapaan akrabnya- memberikan catatan di bidang ekonomi, adanya pasang surut perekonomian selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK. Di awal pemerintahan Jokowi-JK, perekonomian mengalami masa sulit akibat turunnya pemasukan negara, ditambah dengan nilai tukar rupiah yang anjlok.

“ Pada tahun kedua pemerintahan Pak Jokowi-JK, situasinya hampir sama. Namun, pemerintah mampu memperbaikinya dengan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD),” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memperoleh pemasukan tambahan dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.

”Di saat neraca keuangan menurun, program tax amnesty hasilnya ternyata memberikan masukan kepada negaradengan,” ujarnya.

Meski demikian Novanto memberi apresiasi atas kinerja pemerintah terkait program pembangunan infrastruktur. Dimana pembangunan infrastruktur bisa langsung menyentuh kebutughan rakyat, apalagi hal itu dilakukan di seluruh daerah di tanah air.

“ Kita harapkan pembangunan infrastruktur bisa selesai secepatnya. Dengan demikian seluruh daerah di Indonesia bisa terhubung untuk memudahkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan mengatasi ketimpangan antar-daerah. Sehingga program pembangunan khususnya infrastruktur di darat, air dan udara serta infrastruktur lainnya seperti listrik yang menggunakan uang rakyat, sudah tidak lagi Jawa sentris karena pembangunan tersebut menyebar di seluruh daerah,” ujarnya.

Meski demikian , menurutnya, pada bidang Martim, memang hasil dan kinerjanya masih belum maksimal. Han ini ditandai dengan merosotnya hasil tangkap ikan oleh nelayan, disejumlah daerah.

“ Saat kami menghadiri Festival Pesona Meti Kei di Pantai Pasir Panjang, Maluku, nelayan setempat menyampaikan keberatan mereka dengan kebijakan pemerintah soal moratorium izin bagi kapal penangkap ikan di atas 30 gross tonage (GT). Kebijakan itu telah mengurangi pendapatan nelayan setempat. Akibatnya, produksi ikan yang biasa mencapai 1,5 juta ton per tahun, kini hanya 500 ribu ton per tahun,” kata Novanto.

Dengan merosotnya perolehan ikan itu, otomatis nilai ekspor Maluku ke AS juga ikut terjun.

”Saya berjanji akan berbicara langsung kepada pihak-pihak terkait terutama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI. Ini tidak lepas dari tugas kita mengawasi bersama agar pemerintah bisa menjalankan tugas dengan baik,” kata Novanto. (jay)

About admin

Check Also

Anggota Komisi XI DPR RI FG Muhammad Misbakhun

Misbakhun tegaskan hak angket ingin KPK lebih baik

  00 Related posts: Misbakhun: Perppu Nomor 1 Tahun 2017 bagian dari reformasi Perpajakan Rumor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *