Home / DPR / Gerindra: Kasus Ahok, bisa gerus kepercayaan rakyat pada Jokowi
Raden Muhammad Syafi’i anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra
Raden Muhammad Syafi’i anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra

Gerindra: Kasus Ahok, bisa gerus kepercayaan rakyat pada Jokowi

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Raden Muhammad Syafi’i mengatakan rakyat tidak ada yang percaya dengan komitmen Presiden Jokowi untuk menyelesaikan persoalan hukum ahok secara hukum. Hal ini menurutnya karena faktanya berbagai langkah Jokowi justru terlihat bahwa Jokowi hanya ingin melindungi Ahok dari kasus penistaan Al Quran.

“Jokowi bicara mengenai penegakan hukum dalam kasus Ahok, tidak ada rakyat Indonesia yang percaya karena faktanya dia kesana kemari, ketemu berbagai macam kalangan dan lain-lainnya itu yah hanya untuk melindungi Ahok dari kasusnya,” ujar Raden Muhammad Syafi’i ketika dihubungi, Selasa (15/11).

Jokowi bahkan menurutnya tidak segan-segan dengan dibantu media pendukungnya mencoba membolak-balikkan opini dan fakta yang sebenarnya, padahal seluruh bangsa ini sudah tahu semua fakta-fakta terkait kasus ini.

”Masyarakat pun berpendapat dengan dibantu media pro Ahok, seperti Metro TV, mereka mencoba membolak-balikkan fakta dan logika. Membuat berita seenaknya hanya untuk menegaskan bahwa Ahok tidak bersalah,”imbuhnya.

Jokowi pun memerintahkan agar gelar perkara Ahok dibuat terbuka, meski hal itu melanggar aturan. Hal itu menurutnya dilakukan semata-mata jika dari gelar perkara itu diputuskan bahwa tidak ada yang dilanggar, maka pengusutan perkara dianggap selesai.

”Ini kan menyamakan gelar perkara dengan sidang pengadilan yang berhak memutuskan bersalah atau tidak,” imbuhnya.

Dengan langkah-langkahnya itu, maka kalau Ahok menistakan agama, Jokowi telah menistakan proses penegakan hukum di Indonesia.

” Penistaan hukum di Indonesia itu lebih terasa lagi dengan cara Jokowi mengundang pendapat dari luar negeri seperti dari Mesir, meski berbagai lembaga resmi seperti MUI sudah jelas mengatakan ada penistaan,” ujarnya.

Dia pun menganjurkan Jokowi untuk tidak hanya memanggil Syekh Amr Wardani ke Indonesia untuk dihadirkan sekedar memastikan soal tafsir Al Maidah 51 meski persoalan Ahok bukan sekedar persoalan tafsir semata, tapi juga sekalian memanggil interpol yang kini diketahui oleh Cina dan wakilnya Rusia, dua negara komunis besar di Indonesia untuk mengganti Polri yang tidak akan sanggup melindungi Ahok.

“Panggil interpol sekalian saja karena Kapolri Tito Karnavian nampaknya tidak cukup baik untuk bisa melindungi Ahok. Atau kalau perlu panggil Presiden terpilih AS yang baru Donald Trump sekalian sebagai saksi karena telah sanggup memecah belah Amerika Serikat dan jauh lebih kontroversial dari Ahok untuk dihadirkan sebagai saksi hanya agar Ahok diputuskan tidak bersalah,” tegasnya.

Terakhir dia pun menyesalkan sikap Jokowi dan pemerintahannya yang menganggap dingin isu pernyataan PM Menteri Cina yang akan mengirimkan pasukan ke Indonesia jika peristiwa 98 kembali terulang.

”Kalau tidak benar diklarifikasi dong jangan diam saja.Kalau pernyataan itu benar, masak kita mau diinjak-injak sama negara lain?Ini kan isu sudah beredar luas,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Jokowi telah mengundang Syekh Amr Wardani ke Indonesia yang dikenal sebagai ulama yang tergabung dalam organisasi Daarul Ifta di Mesir hanya untuk memberikan tafsir soal AL Maidah 51. Organisasi itu dikenal karena pernah mengeluarkan fatwa yang membolehkan non-Muslim memimpin kaum Muslimin

Namun Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syekh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi, mengatakan dalam pesan singkatnya , pihaknya telah menghubungi penasihat Grand Syekh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar.

“Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syekh Amr Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia,” tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar dan telah dikonfirmasi media, Senin (14/11).

Bahkan, sambung Anizar, Grand Syekh Al Azhar Prof Dr Ahmad Thayyib sama sekali tidak tahu menahu tentang. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Mahdi Alkaaf dari FPI Mesir, disebutkan, Syekh Amr diundang oleh pemerintah Indonesia sebagai saksi ahli kasus Ahok untuk menafsirkan surah al-Maidah ayat 51. Dia dikabarkan akan didampingi penerjemah Prof Dr Amany Lubis. (Jay)

About admin

Check Also

Ketua  DPR RI Bambang Soesatyo

Di Natuna, ini pesan Ketua DPR pada Singapura

KABAR PARLEMEN.com, Natuna – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kawasan ruang udara (Flight Information …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *