Home / DPR / Dugaan pelangaran etik, IP Watch desak MKD segera periksa Akom
Indonesia Parliament Watch (IP Watch) minta MKD DPR segera usut kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Ade Kamaruddin
Indonesia Parliament Watch (IP Watch) minta MKD DPR segera usut kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Ade Kamaruddin

Dugaan pelangaran etik, IP Watch desak MKD segera periksa Akom

Indonesia Parliament Watch (IP Watch) minta MKD DPR segera usut kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Ade Kamaruddin
Indonesia Parliament Watch (IP Watch) minta MKD DPR segera usut kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Ade Kamaruddin

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI diminta tidak ‘masuk angin’ dalam menindak lanjuti laporan pengaduan dari masyarakat atas dugaan beberapa pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua DPR RI Ade Komaruddin. MKD minta tidak ragu-ragu mengusut kasus dugaan pelanggaran etik
yang dilakukan Ade Komaruddin, yang akrap di panggil Akom ini, agar tidak terkesan takut dan tebang pilih.

Hal ini disampaikan Koordinator Indonesia Parliament Watch (IP Watch) Michael Hartanto saat menyambangi kantor MKD DPR RI di Nusantara I Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamisn (24/11/2016).

Dalam kesempatan ini, IP Watch menyerahkan dukungan agar MKD tidak ragu mengusut kasus dugaan pelangaran etik Akom dengan menyerahkan obat kuat secara simbolik dan sejumlah dokumen atas beberapa aduan masyarakat atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Akom yang belum ditindak lanjuti Akom.

” Jadi kedatangan IP Watch ke MKD ini dalam rangka memberi semangat kepada MKD dalam menjalankan fungsi , tugas dan kewenangannya sebagai penjaga marwah , martabat dan kehormatan Anggota dan lembaga DPR RI, khususnya terkait dugaan pelanggaran etik Pak Akom. Hal ini secara simbolik dengan kita menyerahkan obat kuat untuk MKD agar tetap tegas dalam menjalankan tugasnya,” tegas Michael.

Michael meminta agar MKD tidak gentar dan tidak takut dalam menjalankan tugasnya mengusut kasus dan pengaduan dari masyarakat atas dugaan pelangaran etik anggota dewan. Hal ini guna menegakkan citra DPR yang bersih dan berwibawa.

Michael menjelaskan, MKD selama ini sudah menerima 4 pengaduan dari masyarakat atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Akom, yang hingga kini belum diproses dan belum ada kejelasannya. Yaitu adanya pengaduan dari masyarakat dari Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) pada Akom atas dugaan menerima gratifikasi berupa pesawat jet mewat. Yang kedua, pengaduan masyarakat Peduli Parlemen yang melaporkan dugaan pelanggaran etik AKom, terkait pernyataannya yang menyebut pikiran anggota DPR RI sesat dalam wacana pembangunan perpustakaan DPR. Yang ketiga, Pengaduan 36 anggota Komisi VI DPR tentang dugaan pelanggaran kode etik Akom selaku Ketua DPR yang menyetujui rapat sembilan perusahaan BUMN dengan komisi XI DPR tanpa sepengetahuan komisi VI sebagai mitra kerja yang resmi.

” Yang ke empat, pengaduan anggota Baleg terkait dugaan yang dilakukan Pak Akom sebagia ketua DPR yang mengulur waktu dan tidak membawa RUU Pertambakauan ke sidang Paripurna DPR ,” ujarnya.

Untuk itu, kata Michael, IP Watch mendesak MKD DPR untuk segera melakukan proses persidangan etik terkait beberapa laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Akom tersebut. Termasuk IP Watch mendesak agar MKD DPR menggelar persidangan dalam perkara ini secara transparan dan terbuka, agar tidak ada intervensi dari pihak manapun , termasuk oleh terlapor yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR .

” Kami juga miminta MKD untuk tidak masuk angin di tengah jalan, mengingat terlapor saat ini sedang menjabat sebagai Ketua DPR. Kami minta kasusnya dibuka ke publik dan jelaskan kenapa MKD belum juga mengusutnya,” pungkasnya.
.

About admin

Check Also

Wakil Ketua MPR RI FG Mahyudin saat hadiri acara  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI Jakarta, di aula Ponpes Yatim As Syafi'iyah, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/10).

Mahyudin: Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, bahwa saat ini banyak sekali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *