Home / FRAKSI / Fraksi Demokrat / Di Dapil, Venna sosialiasikan empat pilar pada Pelajar
Venna Melinda Anggota MPR RI FD saat sosialisasi empat Pilar Negara di Dapilnya, Kediri
Venna Melinda Anggota MPR RI FD saat sosialisasi empat Pilar Negara di Dapilnya, Kediri

Di Dapil, Venna sosialiasikan empat pilar pada Pelajar

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat Venna Melinda memandang penting untuk memberikan pemahaman dan pembakalan terhadap pelajar, dengan nilai-nilai dasar negara yang terkadung pada empat pilar, yaitu yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga dengan nilai-nilai dasar empat pilar tersebut, maka generasi muda saat ini, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat , dalam menghadapi era kebebasan saat ini, sehingga tidak kehilangan jati diri sebagai anak-anak yang lahir dan dibesarkan di negara kesatuan Indonesia ini.

“Kali ini, tema yang saya pilih adalah Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, Idoelogi Bangsa dan Negara. Dan sasaran saya kali ini adalah murid-murid SMK Ahmad Yani Gurah, Kediri, saya pikir sangat efektif. Karena jika melihat anak-anak dan generasi muda dewasa ini sedang hidup di awal abad 21 yang memiliki corak berbeda sama sekali dengan kehidupan abad-abad sebelumnya. Abad ini ditandai oleh perubahan yang berjalan sangat cepat, kompleks, sulit diprediksi dan kompetitif. Dari sisi pemikiran, pada abad ini terjadi pergeseran paradigma knowledge is power menuju idea is power,” ujar Venna Melinda , menjelaskan hasil kegiatan sosialisasi empat pilar negara  di Dapilnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/02/2017)

Anggota Fraksi Demokrat ini mengungkapkan, bahwa abad ini membutuhkan kecakapan individu (soft competence) yang dapat digunakan anak-anak dan generasi muda merespon tuntutan perubahan yang cepat itu dengan segala kompleksitas persoalannya. Dimana sekolah sebagai wahana pembelajaran tidak diragukan berperan besar dalam pengembangan karakter siswa. Sekolah telah mengantar anak-anak dan generasi muda dalam menyelesaikan tugas perkembangannya hingga memasuki masa dewasa dengan baik. Di lembaga ini otak, hati, dan badan anak di ditumbuhkembangkan agar lebih cerdas, peka dan sehat. Sehinga dengan kecerdasan otak, kepekaan hati, dan kesehatan fisik tersebut, diaharapkan dapat mejadi modal kemandirian di masa yang akan datang.

“ Banyak terjadi kasus-kasus generasi muda seperti, Terjadinya kasus tawuran antar pelajar yang telah memakan korban jiwa, salah satunya disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk hidup bersama sebagai warga negara. Padahal para pendiri bangsa telah meletakkan dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dengan empat pilar yang menjadi fondasinya, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tegasnya.

Adanya fenomena sosial seperti ini, kata Venna, akibat berkembangn muncul tuntutan kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Sehinga anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan, serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya.

“ Tekanan-tekanan ini menimbulkan akibat parah. Seperti kegagalan di sekolah, penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis,” tegasnya.

Lebih lanjut Venna mengatakan, bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan terampil untuk mengelola teknologi. Ketidakmampuan generasi muda mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat, dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional. pengaruh tekanan media terhadap perkembangan generasi muda. generasi muda masa kini dihadapkan pada lingkungan, di mana segala sesuatu berubah sangat cepat.

“ Masalah-masalah kecil yang sebenarnya berdampak dapa karakter generasi muda sering terjadi, seperti kurangnya rasa tanggung jawab siswa (siswa memiliki tanggung jawab) sebagai pelajar siswa kesekolah tugasnya untuk belajar tetapi banyak siswa pada saat jam pelajaran belangsung masih duduk atau santai di kantin, ketidakjujuran siswa (menyontek, berbohong, berkata tidak sesuai dengan yang sesungguhnya, tidak berani mengakui kesalahan yang diperbuatnya, contohnya pada saat jam pelajaran berlangsung ada saja siswa yang meminta ijin untuk keluar dengan alasan mengambil ijazah, pada kenyataannya siswa tersebut malah jalan-jalan,” ujar Aleg Dapil Jatim VI ini.

Venna menambahkan, bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan terampil untuk mengelola teknologi. Ketidakmampuan generasi muda mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat, dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional. Dimana pengaruh tekanan media terhadap perkembangan generasi muda.

“ Generasi muda masa kini dihadapkan pada lingkungan, di mana segala sesuatu berubah sangat cepat. Tawuran Antar Pelajar Akibat Rasa Setia Kawan yang Berlebihan, jiwa premanisme, Tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang menceritakan atau sengaja mengekspose tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja. Kekerasan yang terjadi di rumah,” tegas anggota Komisi X DPR RI ini.

Sehingga secara umum, harapan generasi muda menjadi generasi penerus bangsa dapat terwujud apabila dibarengi dengan pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam “empat pilar” kehidupan berbangsa dan bernegara. “Empat pilar” kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi landasan dalam membangun bangsa Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

“Tujuan utamanya sebenarnya adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman murid-murid terhadap Pancasila dan menumbuhkan kesadaran anak-anak agar memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, peran serta generasi muda dalam menentukan siapa pemimpinnya, karena mereka kelak juga akan menggantikannya,” pungkasnya.(jay)

About admin

Check Also

Anggota Komisi XI DPR RI FG Muhammad Misbakhun

Misbakhun tegaskan hak angket ingin KPK lebih baik

  00 Related posts: Misbakhun: Perppu Nomor 1 Tahun 2017 bagian dari reformasi Perpajakan Rumor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *