Home / DPR / Venna: Save Lake Toba, Save Our Heritage
Anggota Komisi X DPR RI FD Venna Melinda
Anggota Komisi X DPR RI FD Venna Melinda

Venna: Save Lake Toba, Save Our Heritage

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta  – AnggotaKomisi X DPR RI Venna Melinda menagih komitmen Presiden Joko Widodo untuk tata kelola masa depan Danau Toba. Sebuah visi besar untuk meningkatkan percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba, merupakan agenda yang menjadi bagian dari program “Nawa Cita” yang digagas oleh Presiden pada tahun 2014 lalu. Dasar inilah yang menjadikan Menteri Pariwisata, Arief Yahya berani mencanangkan untuk mendatangkan 15 juta wisman dan 265 juta wisnus untuk tahun 2017. Semangat inilah yang harus ditularkan dan wajib dijalankan oleh seluruh stakeholder di Danau Toba.

Namun demikian Venna mengaku terkejut saat membaca bahwa isu sampah dan limbah yang masuk ke Danau Toba telah menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan Danau Toba. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penyelamatan secara bersama-sama dan terintegrasi.

” Untuk itu menurut hemat saya, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten saat ini belum berjalan dengan baik. Hal inilah yang mengakibatkan program penataan dan pelestarian kawasan Danau Toba seolah-olah berjalan sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi. Belum lagi banyaknya lembaga swadaya masyarakat yang mengatas namakan peduli Danau Toba dengan program sendiri-sendiri telah menambah disintegrasi program penataan kawasan Danau Toba. Ego sektoral inilah yang harus diberikan perhatian lebih,” ujar Venna Belinda dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/02/2017).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Venna pun berharap semua pihak pemangku kepentingan melakukan sinergikan budaya suku asli untuk menjaga ekosistem. Lebih penting lagi, saat ini dibutuhkan kerendahan hati dari semua pihak untuk membangun semangat kebersamaan untuk mengintegrasikan program penataan dan kelestarian Kawasan Danau Toba demi penyelamatan kawasan tersebut.

” Dimana Reformasi sosial dan budaya mencintai lingkungan secara masif harus ditanamkan kepada penduduk lokal yaitu suku Batak sebagai garda lingkungan terdepan di Danau Toba,” tegas anggota Fraksi Demokrat ini.

Venna berharap, agar masyarakat lokal yang menetap di Danau Toba harus lebih proaktif dalam melestarikan lingkungan mereka.

Kedua, menjaga kebersihan merupakan sebagai faktor penting untuk menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi Danau Toba. Ketiga, kita bisa mengembalikan kesucian hutan adat yang diwariskan kepada suku Batak.

” Kenapa Bali bisa maju? Karena mereka masih memegang teguh adat istiadat. Haram bagi masyarakat Bali untuk menodai daerah wisata yang dianggap sakral. Ini adalah hasil dari kekayaan budaya asli (local genious). Terjangan globalisasi dan bisnis bisa bergerak bersama demi kebaikan pariwisata jika kita menghormati budaya lokal. Jika hal ini terjadi, maka keinginan pemerintah untuk memoles Danau Toba menjadi Bali selanjutnya atau bahkan Monako Asia bukanlah mimpi atau dongeng,” tegasnya.

Menurut Venna, memang untuk mengembalikan ekosistem danau itu tidaklah mudah dan akan memakan waktu puluhan tahun. Oleh karena itu, setiap tindakan atau kegiatan usaha yang membahayakan di Danau Toba harus segera dihentikan.

” Sebagai legislatif, saya mengedepankan kebijaksanaan pemerintah yang saat ini berada di dua sisi mata uang, apakah berpihak kepada masyarakat atau berpihak kepada yang empunya bisnis? Permasalahan yang telah berlangsung lama di depan mata. Seharusnya pemerintah tidak lemah dan gentar dalam melakukan evaluasi yang mengancam kelestarian Danau Toba serta berdiri tegak lurus diatas kepentingan rakyatnya. Bolehlah kita berusaha di kawasan danau Toba, tapi jangan usik pariwisatanya,” tegasnya.

Jadi, kata Venna, tugas besar kedepan yang akan diemban oleh Badan Otorita Danau Toba bersama para Bupati di Danau Toba. Walaupun pembentukan Badan Otorita Danau Toba masih dalam perencanaan dan polemik. Sudah sewajarnya, pembentukan Badan Otorita Danau Toba kedepan juga harus melibatkan masyarakat lokal di Danau Toba dan Tokoh-tokoh adat setempat agar satunya tujuan pengembangan Danau Toba menjadi Monako Asia dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan visi Presiden Jokowi.

” Perhatian lebih juga harus diberikan dalam pegembangkan masa depan Danau Toba. Bahwa tidak hanya berorientasi pada bisnis semata karena keunikan danau terletak pada ekosistem dan budayanya. Sehingga Danau Toba bukan saja warisan bagi bangsa indonesia dan juga warisan bagi seluruh bangsa di dunia. Mari kita jalankan motto “Save Lake Toba, Save Our Heritage” demi kemajuan pariwisata Indonesia,” tegasnya.(jay)

About admin

Check Also

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini gelar Diskusi Publik Evaluasi Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK dengan Tema "Menagih Janji Ekonomi Meroket, Jokowi 2018 Mau Kemana? "

PKS Evaluasi Capaian Ekonomi Jokowi-JK 2017 dan Proyeksi 2018

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Menutup Masa Sidang DPR dan Akhir Tahun 2017, Fraksi PKS DPR …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *