Home / DPR / Meutya Hafid desak Pemerintah investigasi kasus pencurian ginjal Sri Rabitah
Meutya Hafid Wakil Ketua Komisi I DPR RI FG
Meutya Hafid Wakil Ketua Komisi I DPR RI FG

Meutya Hafid desak Pemerintah investigasi kasus pencurian ginjal Sri Rabitah

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Meutya Hafid, meminta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan menginvestigasi kasus yang menimpa Sri Rabitah, TKW asal NTB yang diambil ginjalnya saat bekerja di Qatar.

“Kasus Sri Rabitah menunjukkan kasus human trafficking khususnya perdagangan ginjal ilegal sudah dalam kondisi sangat serius, dan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, Kemenlu RI, dan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Meutya dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/02/2017)

Ketua Bidang Luar Negeri Partai Golkar ini mengatakan, kasus perdagangan ginjal, sudah muncul beberapa tahun terakhir. Modus baru saat ini memanfaatkan Tenaga Kerja Wanita untuk diambil ginjalnya. Karena itu, Komisi I DPR meminta Kementerian Ketenagakerjaan menginvestigasi PT Al-Jazira, agen yang memberangkatkan Sri Rabitah, serta menghukum agen pengiriman TKI tersebut sesuai UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

” Sementara Kemlu RI bekerjasama dengan Mabes Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) perlu mendalami kasus pengambilan ginjal yang kemungkinan dilakukan oleh majikan Sri Rabitah di Doha, Qatar,” ujarnya.

Kata Meutya, PBB melalui United Nation Global Initiatif to Fight Human Trafficking (UN GIFT), menyatakan bahwa perdagangan organ tubuh sebagai organized crime. Terdapat beberapa cara pelaku melakukan perdagangan organ tubuh. Pertama menipu korban memberikan organ tubuhnya. Kedua korban setuju menjual organnya tetapi tidak dibayar sesuai perjanjian. Dan ketiga memperlakukan seolah-olah sakit padahal tidak sakit, sehingga pelaku mengeluarkan organ tubuh korban.

” Saya kira kasus yang terjadi pada Ibu Sri Rabitah termasuk cara pertama dan ketiga. Saya berharap kejadian yang menimpa Ibu Sri Rabitah jangan sampai terjadi pada orang lain,” sebut Meutya.

Sebelumnya, Sri Rabitah, perempuan 24 tahun asal Lombok Barat, mengaku kehilangan satu ginjalnya saat berada di Qatar pada 2014. Tiga tahun lalu dia menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Doha, ibu kota negara itu. Setelah mendapatkan perlakuan medis yang mencurigakan, Sri mengaku sering tak kuat bila bekerja berat. Tak lama setelah dioperasi, belakangan Sri mencurigai ginjalnya diambil dan dia kemudian mendapat penyiksaan baik dari majikan maupun agen pengirim, PT Al Jazira. (jay)

About admin

Check Also

Okky Asokawati Anggota Komisi IX DPR FPPP

Gagal Paham Rencana Pemprov DKI Tiadakan Syarat Kartu Imunisasi untuk Masuk Sekolah

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta Rencana Pemprov DKI meniadakan kartu imunisasi anak sebagai syarat masuk sekolah TK …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *