Home / DPR / Fadli Zon: Program redistribusi lahan harus berorientasi pemberdayaan Ekonomi masyarakat
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

Fadli Zon: Program redistribusi lahan harus berorientasi pemberdayaan Ekonomi masyarakat

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Dalam pertemuan dengan pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden Jokowi melontarkan gagasan redistribusi lahan kepada kelompok masyarakat kecil. Untuk hal ini, pemerintah telah menyiapkan 12,7 juta hektare lahan untuk dibagikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya itu, Presiden juga berencana mempercepat sertifikasi tanah agar masyarakat bisa segera memiliki bukti kepemilikan aset yang sah. Program ini akan dijalankan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menangani problem ketimpangan.

Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melihat program redistribusi lahan secara prinsip sangat penting tidak hanya untuk mengatasi problem penguasaan tanah yang tidak adil, tapi juga untuk menangani ketimpangan struktural yang terjadi di tengah masyarakat kita. Sebab sejauh ini problem ketimpangan juga masih ditangani secara parsial, jangka pendek, serta hanya menyentuh penguatan sisi konsumsi masyarakat dibanding produksi.

Namun demikian, Fadli juga mengingatkan jangan sampai program reforma agraria dilaksanakan hanya sebatas program bagi-bagi lahan.

” Orientasi reforma agraria harus juga menyentuh pada aspek pemberdayaan produktifitas yang penting bagi penanganan ketimpangan struktur sosial ekonomi masyarakat,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/03/2017).

Fadli juga mengingatkan ada tiga aspek yang penting diperhatikan. Pertama adalah kesiapan regulasi. Kedua ialah verifikasi status dan luas Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA). Ketiga ialah kriteria kelompok masyarakat yang menjadi obyek penerima, termasuk juga bagaimana status penguasaan tanah kedepannya.

” Hal tersebut penting agar jangan salah target dan justru menimbulkan konflik agraria baru kedepannya,” tegasnya.

Sebagaimana kita ketahui, saat ini kurang lebih 35 juta hektare hutan konsesi hanya dikuasai oleh 531 perusahaan. Dimana terdapat 31 ribu desa dengan status yang tidak jelas berlokasi di dalam kawasan hutan tersebut. Problem seperti ini harus juga dijadikan pertimbangan oleh pemerintah.

Fadli Zon juga memberikan masukan kepada pemerintah, agar kelompok petani mendapatkan prioritas sebagai obyek penerima di dalam program tersebut. Sebab saat ini, lebih dari separuh petani di Indonesia atau sekitar 56 persen petani, hanya memiliki lahan pertanian kurang dari 0.5 hektare.

Fadli melihat, ketimpangan struktural bisa ditangani melalui program redistribusi lahan jika diiringi dengan penguatan sistem produksi pertanian. Model seperti ini tidak hanya akan mendukung penguatan sendi-sendi ekonomi petani, namun juga penanganan secara sistematis problem ketimpangan struktural di Indonesia.

About admin

Check Also

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR RI

Hari Santri, FPKS Gelar Final Lomba Baca Kitab Kuning ke-2

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Puncak Milad Fraksi PKS DPR RI diselenggarakan hari ini bertepatan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *