Home / DPR / Terkait Makar 313, FPAN minta Polri jelaskan
Mulfachri Harahap Ketua Fraksi PAN DPR RI

Terkait Makar 313, FPAN minta Polri jelaskan

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath di hari Jumat (31/3) lalu jelang aksi 313, di tangkap aparat kepolisian dengan tudingan melakukan pemufakatan makar. Banyak pihak melihat kasus penangkapan Muhammad Al Khaththat janggal.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap  meminta kepolisian segera memberikan penjelasan secara gamblang tentang dugaan kasus pemufakatan makar tersebut. Dengan membeber barang buktinya. Karena tudingan makar itu, sebuah hal serius dan tidak main-main, jika ada bukti-buktinya.

“Saya berharap aparat kepolisian bisa segera memberikan penjelasan secara terang benderang karena makar masalah yang serius,” ujar Mulfachri di ruang FPAN DPR , di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/4).

Kata Mulfachri, kepolisian harus memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya, karena sebetulnya pasal mengenai makar sudah dihapus.

“Kita tahu di dalam KUHP pasal ini sudah dihapus, dan yang tersisa bisa diterapkan kalau buktinya kuat. Polisi harus terang benderang dalam hal ini.
Oleh karena itu, kasus makar ini harus didasari oleh bukti-bukti yang kuat,” tegasnya.

“Makar itu adanya bukti-bukti yang kuat dan fakta-fakta. Polisi harus sungguh-sungguh karena ini permasalahaan serius. Hukumannya sangat maksimal, bisa sampai hukuman mati,” tambahnya.

Untuk penerapan penanganan kasus makar sendiri, kata Mulfachri, aparat kepolisian harusnya berkaca pada kasus-kasus sebelumnya. Dimana kasus sebelumnya cenderung berujung dengan tidak adanya bukti yang cukup untuk menjerat secara pindana.

“Kita lihat sendiri, beberapa di antaranya dituduh sudah dilepas dan tidak terbukti. Saya ingin menstraching polisi untuk tidak mudah untuk mengambil hukum tuduhan telah atau sedang melakukan makar,” tandasnya.

Seperti diketahui, polisi menangkap Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath diamankan kepolisian menjelang aksi mendesak pencopotan Basuki Tjahaja Purnama dari kursi gubernur DKI Jakarta pada Jumat (31/3). Al Khaththath, yang juga pimpinan aksi dikenal 313 itu dibekuk kepolisian karena dituding kepolisian melakukan makar.

Tudingan itu berdasarkan penyelidikan kepolisian yang memantau pergerakan Al Khaththath bersama empat orang lainnya menjelang aksi 313. Empat orang itu merupakan peserta aksi 313 yang kini berstatus sebagai tersangka makar termasuk Al Khaththath.

Mereka adalah Zainudin Arsyad, Irwansayah, Dikho Nugraha, dan Andry. Kelimanya diamankan di tempat berbeda menjelang aksi 313.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR ini, tuduhan kepolisian dengan para aktivis aksi 313 adalah berlebihan. Kalaupun memang ada rencana yang dilakukan berkaitan dengan aksi 313, namun ia menilai itu bukanlah sebuah tindakan makar.

“Soal makar, kalau itu pemufakatan jahat ya bilang saja pemufakatan jahat, jangan terlalu mudah melakukan tuduhan makar. Bisa memberangus hak orang berserikat berdiskusi,” katanya.

Ia tidak meyakini rencana aksi makar didanai anggaran sekira Rp 3 miliar sebagaimana dokumen yang diungkapkan kepolisian. Menurut dia, tidak mungkin anggaran Rp 3 miliar bisa melakukan upaya penggulingan pemerintah.

” Karena itu, polisi jujur dan terbuka dalam mengungkap kasus tersebut. Aksi itu jadi besar karena ada yang ditangkap. Karena penangkapan itulah. Kapolda Metro Jaya overacting. Kita ingin polisi ini adalah perofesional,” katanya.(jw)

About admin

Check Also

Novita: Tinjauan kesiapan Kabupaten Cilacap dalam mitigasi bencana

KABAR PARLEMEN.com, Cilacap -Kabupaten cilacap merupakan daerah rawan bencana dengan menduduki peringkat ke 3 se …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *