Home / DPD / DPD Minta Pemerintah Menjaga Ketersediaan Pangan
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dan Mentan Amran Sulaiman
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dan Mentan Amran Sulaiman

DPD Minta Pemerintah Menjaga Ketersediaan Pangan

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Pemerintah diminta menjaga ketersediaan pangan dan menghindari masuknya komoditas pangan impor di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat sepanjang bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017. Hal ini disampaikan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba saat bertemu Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rangka kunjungan kerjanya di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (29/5 2017).

“Kami minta Pemerintah terus menjaga ketersediaan pangan dan menghindari masuknya komoditas pangan impor di tengah peningkatan konsumsi masyarakat sepanjang bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017,”kata Parlindungan Purba.

Menurut Parlindungan Purba tingginya lonjakan permintaan bahan pangan yang diiringi dengan kenaikan harga, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang lebaran kerap terjadi. Kenaikan harga ini kadang memang sengaja dimainkan oleh oknum pedagang besar yang sengaja memainkan harga untuk meraup keuntungan besar. Untuk itu dirinya meminta pemerintah untuk terus aktif mengawasi dan mewaspadai kemungkinan adanya pedagang besar yang memainkan harga kebutuhan bahan pokok dengan memanfaatkan momentum hari raya guna mendapatkan untung besar dengan cara yang tidak benar.

“Kenaikan harga ini kan kadang memang sengaja dimainkan oleh oknum untuk meraup keuntungan besar, untuk itu pemerintah harus terus aktif dalam mengontrol harga di pasaran,”jelasnya.

Lebih lanjut Parlindungan menyampaikan bahwa pemerintah harus menghindari impor pangan guna mendukung komitmennya mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya jika kebijakan impor seringkali diambil pemerintah manakala terjadi kekurangan stok dalam negeri hal ini akan berdampak buruk bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Untuk itu sebaiknya pemerintah membuat soslusi jangka panjang dengan melakukan langkah pembenahan dengan cara meningkatkan kualitas pangan melalui pemilihan bibit unggul, pembinaan, sosialisasi dan inovasi teknologi guna meningkatkan kuantitas stok pangan dalam negeri.

“Jika kebijakan impor seringkali diambil pemerintah manakala terjadi kekurangan stok dalam negeri, negara ini tidak akan pernah mandiri, kita perlu solusi jangka panjang yakni dengan membenahi sistem ketahanan pangan kita,”jelasnya.

Tambah Parlin, impor pangan Indonesia sangatlah besar mulai dari beras, gandum, gula, jagung dan banyak lagi. Nilai impor ini juga mencapai triliunan rupiah. Hal ini pula yang membuat dolar Amerika Serikat (AS) begitu kuat terhadap rupiah. Mengutip data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Januari-Oktober 2016 Indonesia masih ketergantungan mengimpor 29 jenis komoditas pertanian dari berbagai negara dan nilai impor tersebut mencapai US$ 8,53 miliar dalam kurun waktu 10 bulan. Pada periode tersebut total impor beras Indonesia sebesar US$ 480,33 juta, jagung sebesar US$ 179,52 juta, gula pasir sebesar US$ 69,88 juta, biji gandum atau mesin sebesar US$ 2,07 miliar dan bawang putih sebesar US$ 355,52 juta.

“Impor inilah yang membuat dolar menguat karena kita membeli barang impor harus memakai dolar,”jelasnya.

Menangapi hal tersebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah bisa pastikan stok pangan selama puasa dan lebaran 2017 aman. Menurutnya hingga April 2017 ini pemerintah melalui sejumlah cadangan bahan pokok dalam penguasaan, yaitu komoditas bawang merah sebanyak 2000 ton, bawang putih 1000 ton, minyak goreng 1,5 juta ton, daging beku 86.620 ton dan gula pasir 460.000 ton. Kemudian untuk pengawasan Kementerian Pertanian sudah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengontrol harga pangan di lapangan dan memastikan ketersediaan pangan di lapangan.

“Untuk stok pangan selama puasa dan lebaran 2017 kita pastikan aman. Untuk pengawasan kita juga sudah siapkan satgas yang bertugas mengontrol harga pangan di lapangan,”tuturnya.

Selain itu Amran juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus komitmen untuk menghindari impor pangan karena hal tersebut sesuai dengan salah satu komitmen Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia swasembada pangan dalam tempo tiga tahun.

“Pemerintah akan terus komitmen untuk menghindari impor pangan guna mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan,”tuturnya.
Keterangan Foto: Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menerima kunjungan kerja Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba yang juga anggota DPD asal Sumut di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (29/5/2017)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan  saat menyosialisasikan empat pilar pada Mukernas Kowani 2017 yang digelar di Gedung Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).

Zulkifli minta Ibu-Ibu jahit kembali Merah Putih yang ‘ terkoyak’

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *