Home / DPR / Importasi Singkong ningkat, Pemerintah diminta bertanggungjawab
Andi Akmal Pasluddin Anggota Komisi IV DPR RI FPKS
Andi Akmal Pasluddin Anggota Komisi IV DPR RI FPKS

Importasi Singkong ningkat, Pemerintah diminta bertanggungjawab

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin, meminta pemerintah tidak berlepas tangan pada besarnya importasi singkong yang tidak berizin. Pemerintah jangan menjadikan alasan ini sebuah perdagangan bebas, lantas membiarkan regulasi perizinan dilangkahi sehingga fungsi pemerintah terutama kementerian perdagangan terkesan mandul.

“Kalau importasi singkong tidak berizin ini namanya penyelundupan,” kata Akmal, Selasa (30/05/2017)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menanggapi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat total impor singkong per Januari hingga April 2017 mencapai 1.234 ton seolah-olah berlepas tangan. Akmal menilai, menteri perdagangan berargumen pada importasi singkong berjumlah cukup besar, namun tidak dapat dikenakan sanksi karena dilakukan melalui mekanisme perdagangan bebas merupakan tindakan berlepas tangan.

“Apa gunanya pemerintah kalau begitu..?,” kata Akmal.

Politisi FPKS DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Selatan II ini meminta kepada pemerintah terutama kementerian pertanian agar berkoordinasi masalah produksi yang dijadikan polemik oleh kementerian perdagangan terkait kebutuhan industri yang menurut kemendag belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh petani dalam negeri.

“Saya meminta pemerintah, agar memberikan sangsi tegas pada pelaku impor tidak berizin. Jangan lepas tangan. Yang sudah terjadi pelakunya di tindak, yang belum terjadi agar dicegah”, tegas Andi Akmal Pasluddin.

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Nelayan Curhat Soal Cantrang, Ketua MPR : Negara Harus Hadir Berikan Solusi

KABAR PARLEMEN.com, Puluhan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *