Home / DPR / Nasdem ajak penyelesaikan pernyataan Viktor dengan musyawarah
Sekjen DPP Partai NasDem Nining Indra Saleh (kanan) didampingi Wasekjen Wily Aditya (kedua kanan), Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Jhony Plate (kiri) dan ketua tim kajian serta anggota Fraksi Partai NasDem DPR Zulfan Lindan (kedua kiri) memberikan keterangan pers mengenai pidato Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Laiskodat, di Jakarta, Senin (7/8).
Sekjen DPP Partai NasDem Nining Indra Saleh (kanan) didampingi Wasekjen Wily Aditya (kedua kanan), Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Jhony Plate (kiri) dan ketua tim kajian serta anggota Fraksi Partai NasDem DPR Zulfan Lindan (kedua kiri) memberikan keterangan pers mengenai pidato Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Laiskodat, di Jakarta, Senin (7/8).

Nasdem ajak penyelesaikan pernyataan Viktor dengan musyawarah

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem mempersilakan keempat partai yang disebut oleh Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Viktor Laiskodat menempuh jalur hukum. Partai Gerindra, PKS , PAN dan Demokrat. Hal ini lantaran di negeri ini, memang hukum menjadi landasaran kuat dalam konteks penyelenggaraan kehidupan bernegera.

Meski demikian, Nasdem juga membuka pintu penyelesaian masalah kesalahpahaman ini melalui jalan musyawarah. Karena jalur itu juga bisa di tempuh untuk mencari titik temu.

“ Kami mengharagai mereka yang akan menempuh jalur hukum untuk persoalan ini. Tetetapi kami juga membuka diri untuk masalah ini diselesaikan secara musyawarah. Karena itu juga cara lebih baik dan dewasa,” ujar Ketua DPP Nasdem Zulfan Lindan dalam konferensi pers menyikapi pidato Viktor di Kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Dalam masalah ini, Zulfan pun memastikan, jika Nasdem tidak akan meminta maaf kepada pihak manapun, karena isi pidato Viktor secara utuh tidak bertujan menuduh PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sebagai pendukung kaum intoleran.

“Dari sudut mana kami minta maaf. Dari sudut hukum kami, persilakan. Kami enggak bisa menahan. Nasdem ini partai kecil. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk memojokan partai lain,” ujarnya.

Ia pun meminta semua pihak berpikir jernih dan melihat pidato Viktor secara utuh dan tidak emosional.

Oleh karena itu, dia berharap pengurus dari keempat partai yang disebut dalam pidato tersebut menanyakan langsung maksudnya kepada Vikgor, bukan menilai langsung dari potongan rekaman video yang telah diedit sehingga menghilangkan konteks keseluruhan.

Kata Zulfan, Nasdem juga tidak akan memberi sanksi pada Viktor Laiskodat dalam permasalahan ini.

Karena apa yang diucapkan Viktor sama sekali tidak bermaksud menuduh keempat partai tersebut sebagai pendukung kaum intoleran.

“ Pernyataan Viktor pada bagian itu dipotong sehingga kesan yang muncul seolah tengah menuduh keempat partai tersebut pendukung kaum intoleran,” tegasnya.

Menurutnya, justru merasa pidato Viktor bertujuan mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah meloloskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Ormas di DPR.

“Selama enggak ada kesalahan, masa untuk menjaga negara diberikan sanksi. Kita lihat Indonesia secara utuh dan lihat politik sebagai kualitas demokrasi yang baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Viktor dilaporkan sejumlah pihak atas tuduhan melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2), Pasal 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Di dalam video yang tersebar, Viktor berbicara di sebuah mimbar. Dia menyebut empat partai yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat sebagai partai politik yang mendukung negara khilafah dan mengancam keutuhan NKRI.

Hal ini berkaitan dengan sikap keempat partai yang tidak mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. (JW)

About admin

Check Also

Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya dan Menteri Komunikasi dan TIK Samoa, Afioga Afamasaga Lepuiai Rico Tupai

Dubes Tantowi : RI rambah perdagangan di negara Pasifik

Jakarta  – Di sela-sela 48th Pacific Leaders Forum yang berlangsung dari tanggal 4 sampai dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *