Home / DPR / Novanto dukung pembentukan Densus Tipikor
Ketua DPR RI Setya Novanto
Ketua DPR RI Setya Novanto

Novanto dukung pembentukan Densus Tipikor

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mendukung pembentukan detasemen khusus antikorupsi oleh Kepolisian Republik Indonesia.

” Kami mendukung pembentukan Densus anti korupsi, karena dengan densus ini sama dengan hal-hal yang lain. Kemudian kerja sama antara kepolisian, kejaksaan, dan KPK tentu akan bersama-sama (memberantas korupsi),” ujar Novanto setelah membuka acara Seminar Nasional Fraksi Partai Golkar MPR RI dengan tema “Revitalisasi Ideologi Pancasila sebagai Landasan Perjuangan Partai Golkar” di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

Seperti diketahui, Komisi III DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR, 23 Mei lalu lalu telah mendengarkan terhadap rencana Polri membentuk densus antikorupsi tersebut. Satuan ini diproyeksikan memiliki kewenangan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu menjalankan program pencegahan, penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam tindak pidana korupsi.

Novanto pun berharap pembentukan Densus Tipikor akan memberikan efek positif bagi kepolisian. Sebab, kepolisian telah berada di seluruh daerah di Indonesia sehingga dapat merambah kejahatan di daerah.

“Tentu kita harapkan densus ini melakukan arti yang sangat positif. Karena kepolisian ini sudah berada di seluruh Indonesia, berarti ini sama juga untuk bisa memberantas korupsi di mana hal-hal untuk di daerah ada di jaringan-jaringannya ini akan memberikan suatu arti yang sangat besar,” jelas Novanto.

Karenanya Setya pun mengaku tidak sepakat jika keberadaan Densus Tipikor dikhawatirkan bisa menyebabkan tumpang tindih dengan tugas dan kewenangan KPK sebagai lembaga anti korupsi yang telah ada.

“Dan tentu kita mendukung karena dengan densus ini sama dengan hal-hal yang lain. Kemudian kerja sama antara kepolisian, Kejaksaan, KPK tentu akan bersama-sama,” ujarnya.

Keyakinannya tersebut, kata Novanto, karena Golkar telah mengkaji pembentukan Densus Tipikor sejak pembahasan ini bergulir di DPR dan berkesimpulan memang keberadaannya diperlukan.

“Densus tipikor ini sama dengan hal-hal adanya Densus Anti Teror dan Golkar telah melihat di DPR itu telah membahas begitu lama. Dan sudah sudah komunikasi-komunikasi sebelumnya. Tentu kita harapkan densus ini melakukan arti yang sangat positif,” ujarnya.

Meski demikian Novanto tak berkomentar banyak saat ditanya ihwal polemik yang muncul, terutama soal ketidaksetujuan Wakil Presiden Jusuf Kalla terhadap pembentukan densus antikorupsi itu. Setya pun menyerahkan proses pengkajian densus itu kepada pemerintah dan dewan.

” Kami serahkan kepada kebijakan, di mana pemerintah akan mengkaji. Dan kita mengharapkan secara baik,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan densus antikorupsi dipimpim oleh jenderal polisi bintang dua alias inspektur jenderal. Tito mengatakan, meski dipimpin jenderal bintang dua, kepemimpinan densus antikorupsi bersifat kolegial.

“Kepemimpinan bukan oleh Polri, tapi dibentuk kepemimpinan kolektif kolegial,” katanya di ruang rapat Komisi Hukum DPR, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Tito mengatakan densus dan satgas khusus Kejaksaan Agung akan berkoordinasi sejak dimulainya penyelidikan perkara.

“Kayak Densus 88, mitranya Satgas Penuntutan Terorisme. Tujuannya cuma satu, agar tidak terjadi bolak-balik perkara,” tuturnya. (jay)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Nelayan Curhat Soal Cantrang, Ketua MPR : Negara Harus Hadir Berikan Solusi

KABAR PARLEMEN.com, Puluhan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *