Home / DPR / Rahayu Saraswati: Malahayati Sebagai Inspirasi Perempuan Indonesia
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra

Rahayu Saraswati: Malahayati Sebagai Inspirasi Perempuan Indonesia

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Dalam konteks saat ini di Indonesia, pengangkatan sosok seorang Tjut Malahayati sebagai tokoh Pahlawan Nasional adalah sebuah kejadian yang layak di catat sebagai kejadian yang sangat bermakna di Indonesia.

” Sejak saya memerankan Senja, seorang pejuang kemerdekaan di trilogi film Merah Putih, ketika ditanya siapa pahlawan dambaan saya, jawaban saya selalu Keumalahayati. Sosok pemimpin perempuan di abad ke 16 ini menjadi idola saya setelah saya pelajari tokoh-tokoh perempuan yang ada di Indonesia. Pertama kali saya dengar namanya adalah saat adanya penyelenggaraan Hari Kartini di Balai Kartini, Jakarta, di mana sosok-sosok pejuang perempuan Melayu dirayakan dan diingat jasa-jasanya,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/11) .

Di DPR maupun di lingkungan profesional manapun, kata Saraswati, kesetaraan gender merupakan isu yang masih hangat dibicarakan, jika menyentuh isu perjuangan perempuan. Hal ini merupakan sesuatu yang justru aneh, mengingat betapa hebatnya sosok-sosok pejuang perempuan yang ada di tanah air ini. Lebih hebatnya lagi, jika dikira isu agama/keyakinan maupun budaya menjadi salah satu faktor penghambat kesetaraan gender, maka sosok seperti Tjut Nyak Dien dan Tjut Malahayati memberikan kepastian, bahwa hal tersebut bisa ditaklukkan dan diatasi.

” Lihat saja Tjut Malahayati, ia menjadi trend setter tidak hanya di jamannya tetapi lintas waktu. Ia adalah seorang perempuan, seorang Muslimah yang berasal dari Kesultanan Aceh di abad ke 16, seorang pemimpin yang adalah laksamana laut perempuan pertama di dunia, dan pasukan yang ia pimpin jauh dari biasa, melainkan pasukan yang terdiri dari para janda. Kalau kita lihat dari kacamata jaman sekarang, keberadaannya adalah sebuah mujizat dan panutan yang luar biasa,” tegasnya.

Menurut Saraswati, tidak sedikit orang yang menggunakan budaya dan agama sebagai alasan terhambatnya kesetaraan gender, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Budaya patriarki juga biasa dikenal di dalam budaya kerajaan, tapi ia mampu melampaui batasan yang ditetapkan. Perempuan hebat ini pun berhasil merubah sebuah kejadian yang tragis (tewasnya suami di medan tempur), menjadi kekuatan dan semangat yang meninspirasinya untuk membentuk sebuah pasukan elit yang terdiri dari para janda yang memiliki nasib yang sama sepertinya. Di dunia manapun, di jaman manapun, namun terutama di lingkungan budaya patriarki, menjadi seorang janda bukanlah hal yang mudah.

” Tapi Malahayati berhasil merubah bukan hanya nasibnya sendiri tetapi ribuan janda lain. Hal yang ia lakukan sebenarnya sangat masuk akal, apalagi jika hidup sering berhadapan dengan peperangan, tapi berapa banyak perempuan lain yang kita dengar melakukan hal yang sama di peradaban lain?,” ujarnya.

Karena kecerdasan dan keberaniannya serta kemampuan diplomasinya, kata Saraswati, nama Malahayati dikenal sampai ke Eropa. Inilah sosok pejuang perempuan Nusantara sejati. Karena itu, Saraswati pun mengaku bertekat untuk memperkenalkan sosok seorang Laksamana Malahayati ke dunia.

“Ini adalah peran yang telah saya idam-idamkan cukup lama dan saat ini, perencanaan pembuatan film Malahayati tengah dilakukan dengan rekan-rekan saya di Hollywood. Mari kita perlihatkan ke dunia bahwa Indonesia adalah tempat di mana perempuan dapat memimpin dan menginspirasi, bukan hanya untuk perempuan Indonesia saat ini, tetapi untuk semua perempuan di seluruh belahan dunia,” pungkasnya.(jay)

About admin

Check Also

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Nelayan Curhat Soal Cantrang, Ketua MPR : Negara Harus Hadir Berikan Solusi

KABAR PARLEMEN.com, Puluhan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *