Warning: Parameter 1 to wp_default_styles() expected to be a reference, value given in /home/u3871831/public_html/kabarparlemen.com/wp-includes/plugin.php on line 601

Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/u3871831/public_html/kabarparlemen.com/wp-includes/plugin.php on line 601
Narkoba, Bamsoet: Tenggelamkan dan Hukum Mati Pelakunya! – kabarparlemen.com
Home / DPR / Narkoba, Bamsoet: Tenggelamkan dan Hukum Mati Pelakunya!
IMG-20180211-WA0029

Narkoba, Bamsoet: Tenggelamkan dan Hukum Mati Pelakunya!

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Pimpinan DPR mengapresiasi atas kerjasama TNI, khususnya TNI Angkatan Laut, BNN, Polri dan Petugas Bea Cukai atas tertangkapnya kapal  Sunrise Glory yang membawa 1 ton shabu lebih senilai Rp. 2 triliun oleh TNI Angkatan Laut bekerjasama dengan BNN di perairan Indonesia, tepatnya di kawasan Batam, Kepri,  Rabu lalu.

 

Saat melakukan kunjungan ke Batam bersama Panglima TNI, Kepala BNN dan Kabareskrim Polri, Pimpinan DPR mengapresiasi langkah Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNN yang telah bekerjasama bahu menbahu di lapangan dalam memburu para penyelundup kakap berkewarga negaraan Taiwan tersebut.

 

” Sinergitas TNI, Polri, BNN dan pelibatan BIN, Bea Cukai dan pihak-pihak terkait lainnya sangat penting untuk mencegah masuknya kembali ribuan ton jenisbshabu dan berbagai jenis narkoba lain ke kawasan Indonesia,” ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo,  Minggu (11/2).

 

Narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak perlu di toleransi.  1 ton lebih jenis shabu yang berhasik disita tersebut diperkirakan dapat merusak setidaknya 5 juta anak-anak bangsa ini.

” Sebagai pimpinan DPR RI saya berpendapat, tidak ada kata lain kecuali sebuah tindakan tegas yg harus dilakukan oleh negara. Yakni, tenggelamkan kapal tersebut dan hukum mati pelakunya,” tegasnya.

 

Kata Bamsoet,  hal ini tidak bisa dibiarkan lagi. Pertama, hal ini jelas menjadi bukti nyata bahwa negeri ini jelas menjadi market utama pemasaran narkoba khususnya shabu di kawasan asia, jika tinjau dari sisi pemasarannya dan pasarnya. Jumlah yang kurang lebih satu ton bukan jumlah yang kecil, apalagi pengungkapan dalam skala besar ini bukan yang pertama. Artinya, dengan jumlah sebesar itu, sindikat meyakini bahwa barang haram ini pasti terserap pasar, dan ini sungguh sangat memprihatinkan.

 

Kedua, ancaman narkoba ini semakin nyata. Bayangkan bila ini lolos, berapa banyak yang menjadi korban?

Dan patut ditelusuri, mengingat asal dan bendera yang digunakan berasal dari negara yang sekawasan dengan RI, apakah ada indikasi adanya keterlibatan oknum negara tetangga, yang biasanya terkenal sangat ketat pengawasannya?
” Saya minta kepada aparat penegak hukum kita Polri, BNN dan TNI untuk menggunakan sumber daya yang kita miliki dan mencari tahu soal ini. Kita bangsa yang besar, akan sangat memalukan bila hal seperti ini kembali terulang. Bila memang mereka tidak mengetahui,  tentu kita akan menganggap hal ini murni upaya sindikat. Namun bila ada indikasi keterlibatan perangkat atau oknum negara dalam hal ini, tentu kita harus mengambil langkah- langkah lain yang diperlukan untuk itu, ” tegasnya.
Ketiga, dari sisi penegakan hukum, ini menunjukkan bahwa penegakan hukum dalam negeri memang harus disandarkan pada perlunya kerjasama dan sinergitas antar lembaga. Karena pimpinan Dewan mengapresiasi semua pihak yang terlibat, TNI, BNN, Bea Cukai, Polri maupun lembaga lainnya.
Sehingga hal ini menjadi refleksi bahwa narkoba memang menjadi musuh  bersama, dan tentu publik tidak mau ada lembaga yang berpangku tangan atau bahkan tutup mata.

” Ini tanggungjawab kita bersama. Karena tutup mata akan situasi ini sama juga dengan berkhianat pada bangsa dan negara,” tegasnya.

 

Jadi intinya, kata Bamsoet,  DPR meminta kepada semua pihak, memberikan perhatian pada permasalahan narkoba ini. Aparat penegak hukum agar bekerja lebih profesional lagi. Pada level atas tingkatkan sinergisitas yang dapat diturunkan ke bawah. Kerjasama mutlak dilakukan karena resource yang ada pada masing- masing institusi akan dapat saling melengkapi.

Pada level pelaksana di lapangan, jangan lagi ada permainan-permainan yang melemahkan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum. Perkuat juga upaya pencegahan, khususnya di kalangan muda. Pemerintah khususnya pemerintah daerah jangan lagi beranggapan bahwa narkoba itu musuh yang masih jauh.

” Narkoba sudah ada di depan pintu rumah kita, BNN, Polri, TNI tidak akan bisa sendirian. Intinya, ini adalah tanggungjawab kita bersama. Dan nyatakanlah mulai hari ini, perang terhadap narkoba!,” tegasnya.

 

Terakhir,  kata Bamsoet,  DPR hadir untuk membangunkan kepedulian seluruh elemen bangsa, bahwa ancaman narkoba itu nyata. Pengungkapan hari ini bukan pengungkapan biasa.

” Ini kode keras bahwa kita telah masuk ke zona perang melawan narkoba. Jangan ada lagi institusi atau oknum yang bermain-main, ” pungkas Bamsoet.(jay)

About admin

Check Also

Anggota Komisi IV DPR RI FPKS  Hermanto

DPR Tolak Impor Beras

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR Hermanto menolak tegas kebijakan impor beras yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *