Home / DPR / Ecky: Nilai Tukar Rupiah Akibat Menurunnya Kepercayaan
Ecky Awal Muharam Anggota Komisi XI DPR RI FPKS
Ecky Awal Muharam Anggota Komisi XI DPR RI FPKS

Ecky: Nilai Tukar Rupiah Akibat Menurunnya Kepercayaan

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta – Ecky Awal Mucharam, anggota Komisi XI DPR-RI dari FPKS, mengingatkan pemerintah dan BI agar siaga dengan perkembangan nilai tukar Rupiah saat ini.

“Rupiah sudah hampir menembus Rp14.000 per dollar AS. Pemerintah dan BI seharusnya fokus bekerja memperkuat fundamen ekonomi agar dapat mengembalikan kepercayaan stakeholder terhadap perekonomian kita, bukan sekedar menyalahkan kondisi eksternal saja”. Demikian disampaikan Ecky kepada para wartawan di kompleks DPR-RI Senayan, Rabu (25/04).

Kondisi global, menurut Ecky, khususnya kebijakan moneter AS tentu berpengaruh, tetapi perlu diingat, bahwa menurunnya kepercayaan stake holder, pasar, investor dan publik pada Pemerintah menjadi penyebab. Adanya outflow dana juga terjadi karena ada ketidakpercayaan investor terhadap fundamental ekonomi kita.

” Misalkan risiko utang yang terus meningkat, serta pengelolaan fiskal yang tidak kredibel, yang tercermin dari shortfall pajak yang terus terjadi selama pemerintahan Pak Jokowi,” lanjut Ecky.

Ecky menilai, tampaknya Pemerintah gagal dalam mengoptimalkan investment grade yg diraih tahun 2017. Utang yang ditarik nyatanya tidak menggerakan ekonomi, yang terlihat dari pertumbuhan ekonomi kita yang medioker di antara negara-negara emerging market. Pemerintah tidak berhasil memacu pertumbuhan sebagaimana yang dijanjikan saat kampanye dan diawal pemerintahan yaitu 7% pertahun. Kondisi ini diperparah banyaknya proyek yang bersifat turn key project. Kita tidak mendapatkan nilai lebih. Bahkan tenaga kerjanya pun didatangkan dari China.

“Selain itu defisit transaksi berjalan kita terus terjadi selama tiga bulan pertama 2018, yang ditambah defisit neraca perdagangan. Aliran arus barang akibat skema turn key project tadi memperparah hal ini. Ini sebetulnya permasalahan struktural yang tidak cukup diatasi dengan kebijakan yang hanya bersifat menahan laju depresiasi sesaat.” ujar aleg asal Jawa Barat ini.

Ia menambahkan, jika persoalan tersebut juga terletak pada cadangan devisa dalam negeri yang juga relatif rendah dibandingkan negara-negara lain. Padahal, cadangan devisa menjadi amunusi meredam gejolak di pasar.

” Yuan bergerak stabil karena cadangan devisanya kuat, jadi bisa menyerap gejolak yang datang dari berbagai bersumber” tambah Ecky. (jay)

About admin

Check Also

Okky Asokawati Anggota Komisi IX DPR FPPP

Gagal Paham Rencana Pemprov DKI Tiadakan Syarat Kartu Imunisasi untuk Masuk Sekolah

KABAR PARLEMEN.com, Jakarta Rencana Pemprov DKI meniadakan kartu imunisasi anak sebagai syarat masuk sekolah TK …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *