Home / FRAKSI / Fraksi Gerindra / Novita: Pancasila Dalam Perspektif Budaya Jawa

Novita: Pancasila Dalam Perspektif Budaya Jawa

KABAR PARLEMEN.com, Cilacap – Pandangan masyarakat Jawa terhadap nilai kereligiusan masih sangat kaya pengaruhnya dengan budaya agama Hindu. Ada kecenderungan nilai religius budaya Jawa dengan tujuannya mencari makna terdalam segala hal ikhwal, namun sekaligus suatu kebimbangan terhadap kekuasaan para dewa. Nilai religius budaya Jawa mempunyai implikasi terhadap cara pandang masyarakatnya mengenai Tuhan.

Dimana konsep Tuhan dalam budaya Jawa sangat akrab dengan sebutan Gusti. Budaya Jawa mengajarkan bahwa manusia harus memperbaiki hidupnya, secara aktif mengembangkan pemikiran dan kebudayaan itu sendiri. Prinsip Tuhan dalam Pancasila adalah bersedia mengalah bahwa prinsip kodrat alam disebut ke-Tuhan-an, tetapi menentang penambahan Yang Maha Esa, sebab pandangan orang harus dan dapat mengembangkan dirinya sendiri atas usaha sendiri.

“ Budaya Jawa pada eksistensinya mempunyai tatanan yang teratur di mana kehidupan dipandang sebagai eksponen, suatu bayangan (wayangan) dari kebenaran yang lebih tinggi,” ujar anggota MPR RI fraksi Gerindra Novita Wijayanti saat melakukan Sosialisasi empat Pilar di HOM hotel Cilacap, dengan tema Pancasila Dalam Perspektif Budaya Jawa, 11 September 2019.

Novita pun menjelaskan bagaimana Pancasila sebagai ideologi dasar bagi negara Indonesia yang berasal dari ajaran budha dalam kitab tripitaka. Berasal dari dua kata, panca yang berarti lima dan syila yang berarti dasar.

Jadi secara leksikal Pancasia bermakna lima aturan tingkah laku yang penting. Fungsi Pancasila tidak melulu hanya sebagai dasar negara. Tetapi juga sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai pemersatu bangsa, sebagai cita-cita dan tujuan bangsa dan sebagai falsafah bangsa Indonesia.

Dimana Pancasila dalam eksistensinya mampu berperan besar dalam kemajuan dan perkembangan bangsa Indonesia di bidang edukasi, social, dan ekonomi bangsa. Pancasila juga dapat membentuk mental, kebiasaan, pola pikir masyarakat bangsa Indonesia.

“ Sudah sering kita mendengarkan pembacaan Pancasila selama masa sekolah, dari jenjang Sekolah Dasar sampai Sekolah menengah atas. Saat di perguruan tinggi saja mulai jarang kita mendengar pembacaan Pancasila saat pelaksanaan upacara bendera. Tidak jarang di acara-acara selain upacara bendera pembacaan Pancasila di jadikan salah satu isi acara,” ujarnya.

Misalnya, kata Novita, peringatan hari-hari nasional hari sumpah pemuda, hari pahlawan, hari kartini dan hari-hari nasional lainya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi solusi menanggulangi permasalahan yang tengah di hadapi negeri ini. Pancasila sebagai budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa. Seiring dengan perkembangan zaman banyak budaya-budaya asing khususnya kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia dan perlahan menjajah, mempengaruhi lalu menggeser kebudayaan asli Indonesia dan secara tidak langsung mengubah kebiasaan juga pola pikir masyarakat indonesia.

“ Demi perubahan Indonesia yang baik ke depannya marilah kita menjadi warga negara yang berpancasila. Karena nilai-nilai Pancasila telah mencangkup semua aspek Agama, Sosial, Kemanusiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Novita mengatakan, Pancasila memiliki nilai yang baik, benar dan luhur tersebut terbukti memberikan pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat. Karenanya masyarakat berusaha menghidupi dan mempertahankannya demi kelangsungan hidup mereka. Konsep nilai budaya adalah nilai suatu unsur pendekatan kebudayaan yang mengatur struktur masyarakat yang berhubungan dengan norma-norma yang dianut oleh suatu kelompok atau masyarakat.

“Banyak orang mengartikan konsep itu dalam arti yang terbatas, ialah pikiran, karya dan hasil karya manusia yang memenuhi hasratnya akan keindahan. Namun kebudayaan itu sendiri sebenarnya adalah susunan nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan merupakan hasil keseluruhan gagasan dan karya manusia. Maka dari itu, kebudayaan mempunyai nilai tersendiri dalam sejarah peradaban manusia,” ujarnya.

Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman hidup masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa yang pada umumnya hidup dalam tradisi dan akar budaya kejawen sangat menghargai Pancasila sebagai nilai luhur bangsa Indonesia. Pancasila sebagai hasil budaya bangsa Indonesia menjadi titik tolak bagi masyarakat Jawa dalam menjalankan setiap kewajibannya sebagai warga negara. Kejawen mempunyai satu nilai luhur yang dianut dari butir-butir sila Pancasila.

“Kebudayaan Jawa sejak dahulu kala penuh dengan unsur-unsur mistik. Ritual mistik merupakan penghidupan kembali unsur-unsur budaya kuno. Perkembangan ini merupakan penggalian budaya bangsa sebagai satu nilai yang luhur dan yang menyusun nilai-nilai Pancasila yang diambil dari tradisi Jawa. Apabila terjadi penyimpangan dan kemerosotan penghayatan nilai Pancasila berarti terjadi juga penyimpangan dan kemerosotan penghayatan budaya pada umumnya dan Jawa khususnya,” pungkasnya.(wal)

About admin

Check Also

Tantowi Yahya: Membumikan Pancasila pada WNI di Wellington melalui film LIMA

KABAR PARLEMEN.com, Wellington – Ruang Bali KBRI Wellington , Jumat (26/10) penuh sesak dengan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *